Jakarta, Beritasatu.com – Serangan Iran terhadap Israel dikhawatirkan akan mempengaruhi harga komoditas dan membuat dolar Amerika (dolar AS) menguat karena ketidakpastian geopolitik cenderung membuat pelaku pasar memilih berinvestasi pada aset yang aman dan berisiko rendah.
Read More : Bungkam Ditanya PPN 12 Persen, Sri Mulyani: Nanti Pak Menko Airlangga yang Menyampaikan
CEO PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan serangan Iran terhadap Israel tentu akan meningkatkan eskalasi geopolitik di Timur Tengah. Akibatnya, harga pasar minyak dan emas dunia akan meningkat dan akibatnya rupee terdepresiasi.
“Dampak konflik politik di Timur Tengah akan menyebabkan harga emas naik hingga $2.500 per ounce,” kata Ibrahim, Minggu (14/4/2024).
Harga minyak dunia juga akan naik karena kekhawatiran akan terjadinya perang terbuka yang dapat melibatkan negara-negara penghasil minyak, yang pada akhirnya mengganggu produksi dan distribusi minyak.
Hal ini akan menyebabkan harga minyak mentah ‘mendidih’ dan mencapai US$100 per barel pada tahun 2024,” kata Ibrahim.
Read More : Tayang di BTV dan IDTV, Jakarta Globe Forum Hadirkan Menhub Bahas Konektivitas
AP melaporkan bahwa ledakan dan sirene serangan udara terdengar di tanah Israel pada Minggu pagi setelah Iran meluncurkan ratusan drone, rudal, dan rudal jelajah dalam misi pembalasan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Juru bicara militer Israel mengatakan 99% drone dan rudal telah dicegat.