Jakarta, Beritasatu.com – Lebih Banyak Pengakhiran Ketenagakerjaan (PHK) di Indonesia pada kuartal pertama 2025 telah menyebabkan kekhawatiran serius. Pada periode Januari dan April, hingga 24.036 pekerja kehilangan pekerjaan. Faktanya, klaim kehilangan pekerjaan BPJS (JKP) telah membebaskan 100% per tahun. Namun, di tengah -tengah kekhawatiran ini, wacana tentang penghapusan sistem subkontrak sebenarnya memicu debat baru.
Read More : Puncak Kepadatan Pengunjung di Ragunan Diprediksi 14-15 April 2024
Timboel Germa, seorang pengamat pekerjaan, serta koordinator BPJS Watch Defense, menilai bahwa penghapusan subkontrak adalah pemikiran yang cermat. Di satu sisi, langkah ini dapat membawa udara segar untuk melindungi pekerja. Di sisi lain, eliminasi mendadak bisa menjadi tanda negatif bagi investor, terutama dalam iklim investasi yang terpotong oleh ketidakpastian dunia -ean.
“Pemerintah harus memberikan sinyal positif, bukan sebaliknya,” kata Timboel dalam program “Daily Talk Investor” yang dikelola oleh YouTube Beritasatu, Sabtu (10/05/2025).
Timboel menekankan ketidakpastian karena tingkat impor Trump akan semakin melemahkan daya saing produk Indonesia di luar negeri. Jika pengiriman bisnis domestik meningkat, sementara akses pasar berkurang, maka pemilik bisnis cenderung membuat efisiensi dengan cara tercepat melalui PHK.
Tidak hanya itu, sistem subkontrak yang dioperasikan oleh banyak industri, terutama di sektor buruh intensif, dianggap memberikan fleksibilitas bagi perusahaan.
“Jika segera dihapus, tanpa jawaban tertentu, perusahaan dapat keluar atau mentransfer produksinya ke negara lain,” katanya.
Namun, Timboel tidak menutup matanya pada penyimpangan praktik subkontrak. Dia setuju bahwa banyak pekerja subkontrak telah diperlakukan tidak adil, mulai dari upah rendah, pertahanan minimum, hingga PHK.
“Itu sebabnya peraturan perlu diperkuat. Itu tidak segera dihapus, tetapi telah membaik dan dikelola secara ketat,” katanya.
Read More : Rayakan Natal di Singapura Bersama Olivia Allan dan Gabriella, Denny Sumargo: Ingin Rehat Sejenak
Pidato tentang eliminasi sub -kontrak juga disilangkan dalam penciptaan lapangan kerja, salah satu janji utama Presiden Prabowo. Saat ini, jumlah pengangguran di Indonesia telah bermain 7,28 juta orang.
Dia mengingatkan timboel pemerintah untuk fokus pada strategi mencegah PHK, termasuk mengaktifkan kelompok kerja yang dijanjikan, serta mediasi cepat pada potensi serangan dan konflik industri.
“Pemerintah harus hadir di awal urusan industri. Itu hanya muncul setelah pemecatan massal,” katanya
Dia merujuk pada penyebab industri tekstil di Gaut dan jatuh karena upaya mediasi pemerintah tidak dengan kreditor, jadi dia akhirnya bangkrut. Untuk Timboel, eliminasi subkontrak tidak cukup hanya untuk semangat modal Capital Spirit.
“Ini membutuhkan peta jalan, itu memperkuat UKM, membutuhkan jaminan investasi berkelanjutan. Kalau tidak, pekerja adalah korban,” katanya dalam pidato sub -kontrak.