TEMANGGUNG, BERITASATU.COM – Untuk mengekspresikan rasa dedikasi kepada orang tua dan lelang, Buddha di Kabupaten Tenemeggung, Java Central, merayakan tradisi Ulambana. Ini adalah Buddhis untuk merayakan Hari Suci, berlangsung pada 1 hingga 15 bulan dari 7 kalender Tahun Baru Cina.

Read More : 8 Cara Mengobati Penyakit Rickettsia

Lusin umat Buddha dari beberapa daerah yang berkumpul di Kuil Tong Hok, distrik Parapan, Tenenggung untuk mengikuti ritual oranye dengan penuh khusyuk. Mereka mengerjakan prosesi dengan posisi anja (tangan dalam doa) di lingkungan yang sangat suci.

Dijelaskan oleh Nanyapratham Mons dari Sangha Agugg Indonesia, tradisi tujuan yang lebih banyak sebagai ekspresi terima kasih dengan orang tua dan pelelangan. Selain membaca Saint Parrite, prosesi ibadah juga mencakup presentasi makanan dan minuman untuk Ames yang telah mati dan berada di bidang penderitaan.

Harapan, Parritos membaca, makanan dan minuman dapat membantu leluhur yang lahir dalam kekaisaran yang bahagia dan tanpa penderitaan.

“Bulan ini adalah bulan yang berdedikasi. Dalam budaya Cina, kita belajar untuk memperingati dan menghargai pikiran yang baik dari orang tua dan leluhur kita. Penting bagi kita untuk menunjukkan rasa hormat dan terima kasih untuk mereka,” kata Nanyapratham Bix ditemukan di suatu tempat pada hari Rabu (10/14/2024).

Tradisi Ulambane untuk Buddha adalah waktu untuk mempraktikkan rasa hormat dan kasih sayang untuk orang tua yang masih hidup dan mereka yang telah meninggal, atau yang akan datang. Ini adalah kesempatan untuk mengingat dan menghargai pekerjaan dan warisan leluhur.

Read More : Pakai Jasa Anti Rayap Fumida, Adly Fayruz Antisipasi Kerugian Puluhan Juta Rupiah

“Momen ini mengingatkan kita bahwa kita berterima kasih kepada pelelangan, orang tua, negara, guru, dan maha kuasa. Kemudian kita, sebagai manusia, dapat melengkapi identitas kita dengan kemanusiaan sejati,” jelas bix Nanyapratham.

Sementara itu, salah satu umat Buddha, Jimmy Sugiarto, mengungkapkan bahwa para peserta Ulambane tidak hanya berasal dari Tenemegngung, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Tengah dan di luar wilayah, seperti Yogyakart dan Yakarta.

“Kami berterima kasih atas kesehatan kami dan umur panjang kami, serta untuk kemungkinan melayani orang tua dan leluhur. Para peserta datang dari beberapa kota, termasuk Yakarta dan Magelang,” katanya

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *