Riyadh, Beritasatu.com – Arab Saudi mengumumkan pada Rabu, 10 April 2024, berakhirnya bulan suci Ramadhan dan masuknya bulan Syawal yang menandai hari Idul Fitri. Keputusan tersebut diambil Mahkamah Agung Arab Saudi setelah teramati di langit pada Senin (4/8/2024) malam, tidak terlihat hilal atau bulan sabit.

Read More : Pupuk Indonesia Catat 27.092 Transaksi Petani Tebus Pupuk Bersubsidi hingga 3 Januari 2025

Dengan demikian, bulan Ramadhan yang terdiri dari 30 hari berakhir pada Selasa, 9 April 2024. Bulan Ramadhan dimulai di Arab Saudi dan sebagian besar negara Timur Tengah pada 11 Maret 2024.

Arab Saudi akan mengadakan shalat Idul Fitri di seluruh kerajaan pada hari Rabu. Sholat Idul Fitri dimulai setelah matahari terbit.

Menteri Urusan Islam, Dakwah dan Bimbingan Saudi Syekh Abdullatif Al-Asheikh baru-baru ini mengeluarkan perintah untuk mengadakan shalat Idul Fitri 15 menit setelah matahari terbit menurut kalender Umm Al Qura.

Syekh Abdullatif Al-Asheikh mengatakan dalam surat edarannya bahwa Idul Fitri harus dirayakan di tempat terbuka tertentu serta di seluruh masjid di Arab Saudi.

Read More : Software Glitch Boeing Dicurigai Jadi Penyebab Kecelakaan Air India

Ia menekankan pentingnya melakukan persiapan sejak dini untuk melaksanakan salat Id di tempat salat dan masjid yang telah ditentukan serta menyediakan segala layanan yang diperlukan, termasuk pemeliharaan, pembersihan, dan operasional, sehingga jamaah dapat melaksanakan ibadahnya dengan mudah dan nyaman.

Di Arab Saudi, Idul Fitri adalah hari libur yang dirayakan pada lima hari pertama bulan Syawal, bulan ke 10 kalender Hijriah Islam.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *