Jakarta, Beritasatu.com- Presiden Joko Widodo (Jokowi) merespons isu indeks demokrasi di pemerintahannya yang dikabarkan menurun. . Sedangkan Reporters Without Borders (RSF) mengungkapkan adanya penurunan kualitas kebebasan pers di Indonesia dari 63,23 poin pada tahun 2019 menjadi 54,83 poin pada tahun 2023.
Read More : Paulus Tannos Ngotot Tolak Ekstradisi ke Indonesia
Baca juga: Jokowi Dorong Perbanyak Persaingan di Piala Presiden 2024 Menanggapi hal tersebut, Presiden mengatakan tidak ada masalah dalam menjaga demokrasi di Indonesia. Tampaknya hal ini masih terbuka untuk umum. Kami juga mendengar Presiden dilecehkan. Hampir setiap detik ada yang mengkritik, kata Presiden Jokowi saat kunjungan kerja ke Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/7/2024).
Baca juga: Berkantor di IKN, Jokowi: Harapkan Tak Hanya Kebebasan Berekspresi, Tambah Presiden, Penyelenggaraan Demokrasi di Pilkada 2024 juga Lancar, Begitu juga dengan Kebebasan Berserikat dan Berorganisasi. Demokrasi kita berjalan baik dalam pemilu, pemilu berjalan demokratis. โMasyarakat mau berserikat, mengutarakan pendapat, berorganisasi, tidak ada yang menghalangi,โ tegas Jokowi.
Read More : Puan Maharani: Masyarakat Jangan Curiga, Pelajari Substansi RUU TNI