Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman menanggapi penolakan Partai Gelora terhadap rencana PKS bergabung dalam koalisi pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Menurut Habiburokhman, semuanya dibicarakan guna menemukan titik temu terkait kepentingan bangsa dan negara.
Read More : Swasembada Pangan, Sakti Wahyu Trenggono Targetkan Budidaya Udang 2.000 Hektare
“Kami yakin kalau kita bicara kepentingan bangsa dan negara, maka akan tercapai konsensus,” kata Habiburokhman kepada wartawan, Rabu (1/5/2024).
Diakui Habiburokhman, kontribusi Grup Gelora terhadap kemenangan Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 sangat besar. Namun, dia mengatakan persoalan serikat pekerja dan kabinet akan dibicarakan bersama. “Kami tahu persaingan kemarin kuat,” kata Habiburokhman.
Partai Gelora dan PKS sebelumnya sempat tersangkut isu posisi partai oposisi atau koalisi pemerintahan Prabowo-Gibrani. Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah mengatakan, pihaknya menolak mengizinkan PKS bergabung dengan aliansi Prabowo-Gibrani bukan karena alasan pribadi, melainkan karena posisi PKS yang sulit diajak kompromi dengan pihak lain.
Terpisah, Ketua DPR Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini mengatakan partainya siap menjadi partai oposisi atau koalisi pemerintahan Prabowo-Gibrani. Partainya sudah memiliki pengalaman menentang koalisi.
Read More : Pagi Ini, Jokowi Bertemu CEO Apple Tim Cook di Istana Negara
“PKS punya 10 tahun pengalaman koalisi di bawah Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) dan 10 tahun pengalaman oposisi di bawah Pak Joko (Joko Widodo). Jadi oposisi tidak ada masalah, koalisi (dengan Prabowo-Gibrani) sudah siap. Kita lihat saja keadaan berubah,” kata Jazuli berbicara kepada wartawan, Selasa (30/04/2024).