BALIKPAPAN, BERITASATU.com Perayaan Waling Tahun Baru Imlek 2576 Congzili, Kuil Satya Dharma atau Tema Raja Guang de Mio di Balikpapane, Calimant Timur, mengorganisasi bak mandi dan menghiasi patung dewa Sir. Dipercayai bahwa tradisi ini membawa berkat dari Konfusius dan penduduk Balikpapan.

Read More : Peringati Hari Otonomi Daerah 2024, Moeldoko Imbau Wujudkan Ekonomi Hijau

Ritual tahunan ini termasuk sekitar 12 petugas dan sukarelawan dari komunitas Konfusianisme setempat. Menemani lusinan patung para dewa satu per satu dari altar untuk dibersihkan dengan kain basah.

Setelah dibersihkan dari debu, patung -patung itu dihiasi lagi dengan remah -remah menurut setiap karakter Tuhan.

Ketua Kuil Satya Dharma William Chandra menjelaskan bahwa ritual ini memiliki makna yang mendalam bagi Konfusianya. Menurutnya, pada akhir setiap Tahun Baru Cina, para dewa datang ke surga untuk mengumumkan kondisi kemanusiaan dalam setahun terakhir. Selama perjalanan Tahun Baru, para dewa kembali ke tanah dan membawa kebahagiaan dan berkah tidak hanya untuk Konfusius, tetapi juga untuk semua penduduk Balikpapan.

“Kami berasal dari Kuil Setya Dharma atau Temkong Guang de Mio Balikpapan untuk memandikan patung para dewa sebelum Tahun Baru Cina. Harapannya adalah membawa kebahagiaan dan berkah,” William, Senin (1/27/2025).

Read More : Gudang Garam Sepakat Bagi Dividen Rp 962 Miliar

Setelah membersihkan semua patung para dewa, mereka kembali ke altar masing -masing. Setelah menyelesaikan pengawalan ini, kuil Satya Dharma siap menyambut Malam Tahun Baru.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *