Jakarta, Beritasatu.com – PT Lippo Karawaci TBK (LPKR) berusaha untuk meningkatkan upaya mengurangi kehilangan air dalam proses produksi dan distribusi. Karena air adalah sumber penting yang semakin langka di berbagai daerah di Indonesia.
Read More : Traffic Data Selama Pilkada Diperkirakan Naik hingga 15 Persen
Mengantisipasi kehilangan air ini adalah prioritas untuk Divisi Divisi Perusahaan (WTD) untuk departemen pengolahan air perusahaan. Subbagian ini juga memastikan bahwa air digunakan secara efisien dan mengurangi biaya yang terkait dengan kehilangan air. Selain itu, mencegah kebocoran air juga dapat membantu mengurangi dampak kekurangan kekeringan dan air pada masyarakat setempat.
Sampai saat ini, LPKR telah menerapkan berbagai langkah untuk mengurangi jumlah kehilangan air dalam produksi dan distribusi air, seperti mengganti peralatan dan suku cadang (pipa, meter pencetakan, sistem pompa dan media filter), rencana induk dan studi infrastruktur yaitu Berguna untuk optimalisasi kapasitas retensi, serta mengidentifikasi area tambahan yang dapat dikembangkan di area aktif perusahaan.
Studi keseimbangan air juga dilakukan untuk menilai rasio pasokan air dari berbagai sumber daya air potensial dalam pengembangannya, termasuk air daur ulang, kolam penahanan dan pasokan air lokal (PDAM).
“Untuk LPKR penting untuk mencegah kebocoran air dan mengurangi kehilangan air,” kata CEO LPKR John Riady dalam pernyataan resminya, Selasa (19-7-2024).
Untuk alasan ini, WTD menggunakan berbagai langkah, seperti meter pensiun meter air, mengganti pengukur tekanan untuk mengontrol tekanan pipa distribusi dan mengganti sistem pompa yang berdekatan dengan kontrol tekanan konstan.
Read More : Bahlil Pastikan Pekerja Maluku Diprioritaskan Garap Proyek Gas Masela
“Selain beroperasi untuk menghemat air, langkah -langkah ini juga meningkatkan efisiensi sistem distribusi air, yang mengurangi biaya karena limbah air,” tambahnya.
LPKR telah meluncurkan target 20% dari total konsumsi air kelompok dari sumber air berkelanjutan pada tahun 2030. Pada tahun 2023, 24% dari kelompok pemanfaatan air berasal dari sumber yang berkelanjutan, seperti daur ulang air limbah dan belokan air hujan.