JAKARTA, Beritasatu.com – Puasa Senin Kamis merupakan amalan yang diajarkan Nabi Muhammad SAW. Sebab ketika umat Islam menjalankan puasa Sunnah pada hari Senin dan Kamis, maka Allah SWT akan mengampuni dosa-dosanya.
Read More : Proses Panjang Menuju Kemerdekaan, Ini Sejarah Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Puasa ini dilaksanakan bersamaan dengan puasa lainnya, dari matahari terbit hingga terbenam. Selanjutnya, puasa sunah Senin dan Kamis tidak dibatasi pada bulan tertentu, kecuali puasa Ramadhan sampai dengan 1 Syawal, 10 hari sebelum Idul Adha, dan Idul Adha (Idul Adha 11 , 12, dan 13). . ,
Berikut Teks Niat Puasa Sunnah Senin Kamis : ى
Bacaan latin : Navaitu sauma yaumal itnaini sunatan lillahi ta’ala.
Artinya: “Demi Allah SWT, saya niat puasa sunnah pada hari Senin.”
Bacaan latin : Navaitu sauma yaumal khomeisi sunatan lillahi ta’ala.
Artinya : “Saya niat puasa sunah pada hari kamis karena Allah Ta’ala.”
Read More : KPK Buka Penyidikan Korupsi Pengolahan Karet di Kementan, Diduga Rugikan Negara Rp 75 Miliar
Perlu diketahui, khusus puasa sunah yang salah satunya jatuh pada hari Senin dan Kamis, Anda mungkin berniat berpuasa setelah matahari terbit jika belum makan apa pun sebelumnya.
Inilah yang dilakukan Rasulullah ketika datang ke Asyala di bulan Ramadhan dan beliau bersabda: dan
“Apakah kamu sudah makan siang? Jadi kalau belum makan siang saya akan berpuasa.” (HR Muslim).
Dalam hal ini jika seseorang tidak sempat makan atau minum air sejak pagi. Kemudian dia tiba-tiba merasakan keinginan untuk berpuasa, dan dia dapat segera berpuasa setelah melafalkan pikiran tersebut.