London, Beritasatu.com – Menteri Luar Negeri Inggris David Lammy pada Senin (2 September 2024) mengumumkan bahwa Inggris akan membekukan 30 ekspor senjata ke Israel karena melanggar hukum internasional.

Read More : Iran Gempur Pangkalan Militer AS di Qatar, Balasan Serangan Nuklir?

Dalam pidatonya di hadapan Kongres, Lammy mengatakan keputusan tersebut diambil setelah meninjau izin ekspor senjata, yang mengungkapkan bahwa penggunaan senjata dapat melanggar hukum internasional. Menghadapi konflik seperti itu, menjadi tanggung jawab pemerintah untuk meninjau kembali izin ekspor Inggris, kata Lammy, dilansir Antara.

30 dari 350 izin akan ditangguhkan. 30 lisensi yang ditangguhkan tersebut mencakup komponen untuk pesawat militer, helikopter, dan drone. “Tetapi langkah ini bukanlah embargo senjata.

Pemerintah Inggris dikritik karena terus memberikan izin ekspor senjata ke Israel. Pada bulan Juni, Departemen Perdagangan Inggris mengatakan telah mengeluarkan 108 izin ekspor senjata ke Israel sejak 7 Oktober, ketika konflik Gaza dimulai. Lebih dari 300 lisensi masih aktif.

Namun, menurut Kementerian Luar Negeri Inggris, banyak izin ekspor yang dianggap tidak digunakan oleh militer Israel dalam konflik Gaza belum ditangguhkan.

Menteri juga mengatakan bahwa pemerintah Inggris telah menangguhkan ekspor senjata yang digunakan dalam operasi militer di Jalur Gaza ke Israel, setelah menyelidiki kepatuhan Tel Aviv terhadap hukum kemanusiaan internasional.

“Penilaian Inggris menyimpulkan beberapa ekspor militer ke Israel mungkin digunakan untuk melanggar hukum kemanusiaan internasional”.

Read More : Kronologi Penangkapan Ketua Bawaslu Bandung Barat Saat Pesta Sabu

Namun kementerian mengatakan penangguhan tersebut tidak akan mengubah dukungan Inggris terhadap kesejahteraan Israel.

Berbeda dengan AS, Inggris memasok senjata langsung ke Israel, namun memberikan izin ekspor kepada perusahaan Inggris yang menjual senjata ke Israel.

Meskipun resolusi Dewan Keamanan PBB menyerukan diakhirinya perang, Israel terus melakukan serangan tanpa pandang bulu di Jalur Gaza.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *