Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pembangunan Otonomi Daerah Sarman Simanjorang mengatakan inovasi digital sangat penting dalam konteks global dan lokal. Digitalisasi dapat mempercepat perkembangan bisnis, mempercepat inovasi dan perdagangan produk. Namun penerapan digitalisasi di Indonesia juga menghadapi banyak tantangan.

Read More : Pangkalan Militer India Diserang, Ledakan di Kota Jammu

Samon mengatakan permasalahan utama yang mereka hadapi saat ini adalah terbatasnya infrastruktur digital. Daerah terpencil masih kekurangan akses internet yang dapat diandalkan.

โ€œKurangnya infrastruktur seperti fiber dan menara BTS menghambat perkembangan ekonomi digital,โ€ kata Sarman dalam acara Digital Innovation Everywhere Jaringan Media Seluler di Jakarta. 2024).

Selain itu, masih terdapat perbedaan besar dalam akses terhadap teknologi antara perkotaan dan pedesaan. Daerah perkotaan memiliki akses yang lebih baik. Kurangnya pendidikan dan pelatihan teknologi, terutama di daerah terpencil, pada akhirnya menghambat pemanfaatan teknologi untuk kegiatan perekonomian.

โ€œInvestasi pada infrastruktur digital sering kali kurang dilakukan di daerah-daerah tertinggal, sehingga berdampak pada pertumbuhan,โ€ ujarnya.

Yang penting, kebijakan pemerintah seringkali terlalu lambat dalam beradaptasi terhadap perubahan teknologi yang dapat menghambat inovasi.

Read More : Ini Jenis-jenis Asuransi yang Harus Dipahami dan Fungsinya

Pada acara yang sama, Direktur Strategi dan Bisnis ICT Huawei Indonesia Mohamad Rosidi menambahkan bahwa transformasi digital akan dikaitkan dengan pendekatan strategis utama: konektivitas fiber untuk konstruksi dan pengembangan yang lebih baik.

Menurutnya, kunci dari strategi transformasi digital ada tiga: rencana komprehensif untuk kota Chicago, kebijakan serat yang komprehensif, dan insentif keuangan.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *