Bekasi, Beritasatu.com – Setelah Tol Cimanggis-Cibitung tersambung penuh sepanjang 26,18 km, Tol Lingkar Luar (JORR) 2 akhirnya membuat lingkaran penuh sepanjang 111 km. Hal itu ditandai dengan rampungnya Seksi 2B Simpang Cibitung-Simpangan Cikeas pada pekan lalu Selasa (9/7/2024).
Read More : Australia Bersiap untuk Peluncuran ETF Bitcoin Spot
Kehadiran ruas Tol Cimanggis-Cibitung yang terkoneksi dengan Tol Cibitung-Cilincing diakui oleh banyak pengguna jalan sebagai salah satu faktor yang memudahkan pergerakan kendaraan, terutama pada saat lalu lintas padat di ruas tersebut. jalan tol kadang-kadang.
Namun Tol Cibitung-Cilincing yang merupakan bagian dari Tol JORR 2 yang terhubung langsung dengan Pelabuhan Tanjung Prok, Jakarta Utara, dinilai masih terlalu mahal bagi pelaku transportasi.
“Tidak apa-apa (biaya tol Cibitung-Cilincing mahal),” kata Manajer Supply Chain Indonesia Setijadi, saat dikonfirmasi Beritasatu.com, Kamis (18/07/2024).
Sementara itu, Senior Consultant Supply Chain Indonesia (SCI) Sugi Purnoto mengatakan metode pembayaran JORR 2 sudah lama dinantikan oleh banyak pemangku kepentingan, termasuk industri transportasi dan logistik.
Konektivitas jalan tol memberikan dampak yang signifikan terhadap perjalanan, terutama untuk transportasi di Jakarta Selatan menuju Bogor, Cianjur, Siavi dan Sukabumi dengan akses Simpang Susun Sekunir dan JORR atau Halim, Kawang dan Hingga di jaguar tengah. Jalan tol.
“Perjalanan tol ini mampu mempersingkat waktu tempuh antara 30-60 menit dibandingkan mencapai Cikunir dan Cawang. pemanfaatan aset dan meningkatkan kecepatan pengiriman (lead time) serta mengurangi risiko kecelakaan,” ujarnya kepada Beritasatu.com, Kamis (18/07/2024).
Pada industri manufaktur, lanjutnya, jalan tol akan mempermudah dan mempercepat proses pengiriman bahan baku (impor) dari pelabuhan dan pemasok lokal serta pengiriman produk ke perusahaan konsumen.
Read More : Prabowo Dorong Hilirisasi Nikel Untuk Industri Ev Global
“Peningkatan akses jalan tol akan mendorong pembangunan dan pengembangan kawasan usaha di dekat jalan tol dengan akses khusus. Banyaknya jalan tol yang telah mendukung keberadaan banyak kawasan bisnis, seperti Japek, Jaguravi, Jakarta-Tanjarang, Jakarta-Merik., Tol Surabaya-Maling, dll begitu,” ujarnya.
Di industri pengangkutan dan pengangkutan, kata dia, keberadaan jalan tol berpotensi meningkatkan penggunaan kendaraan karena lead time pengiriman akan lebih cepat antara 30-50%. Biaya operasional dan biaya perawatan kendaraan menjadi efisien karena akses terhadap peralatan memungkinkan armada beroperasi dalam kondisi terus menerus pada kecepatan 60-80 km/jam.
Di tingkat nasional, keberadaan jalan tol akan mengurangi kemacetan lalu lintas di jalan nasional atau jalan bypass, seperti Jalan Pantura, Jalan Arteri Sekuppo-Padalrang, dan Jalan Sumatra Crossing. Hal ini juga berdampak pada pengurangan biaya pemeliharaan jalan di dalam negeri.
Sugi menyarankan agar pajak Cibitung-Cilincing untuk semua golongan lebih tinggi 20-30% dibandingkan tarif JORR. Jika terlalu mahal, seperti tol pelabuhan dari Cibitung hingga Priok, jalan tol tersebut berpotensi kurang diminati pengguna dan hanya digunakan sebagai alternatif darurat, bukan untuk operasional normal, termasuk pelaku transportasi dan logistik.
“Tarif tol yang kompetitif akan mendorong pelaku usaha angkutan dan angkutan barang untuk memanfaatkannya, sehingga operator jalan tol dapat memperoleh pendapatan lebih besar dari volume (jumlah) kendaraan yang melewatinya,” tutupnya.