Jakarta, Beritasatu.com – Emas sebagai investasi safe-haven dinilai masih menarik di tengah situasi geopolitik global yang bergejolak. Hal ini menjadi salah satu faktor yang menumbuhkan keyakinan pada PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), bahwa perseroan mampu mencapai target pertumbuhan pendapatan hingga 30% yoy.
Read More : Satgas Pangan Ancam Penjara 5 Tahun untuk Pengusaha Beras Nakal
Direktur Hubungan Investor HRTA, Thendra Crisnanda mengatakan, pertumbuhan bisnis HRTA didorong oleh banyak faktor, termasuk aktivitas ekspor perhiasan emas perusahaan yang IPO pada 2017 lalu.
“Kami berharap dapat memberikan kinerja yang sesuai dengan target kinerja pertumbuhan pendapatan moderat sebesar 30% year-on-year,” ujarnya dalam program Corporate Insight IDTV, Senin (22/07/2024).
Lanjutnya, ada beberapa faktor yang mendukung pertumbuhan potensi aktivitas khususnya pada kuartal II 2024. Hal ini disebabkan oleh peningkatan ekspor perhiasan emas perseroan.
Volume penjualan ekspor perhiasan emas HRTA khususnya di negara wisata yakni India dan Uni Emirat Arab hampir dua kali lipat dibandingkan kuartal I 2024, ujarnya.
Ia kemudian menambahkan, pertumbuhan ekspor emas HRTA juga didukung oleh permintaan berbagai bank sentral di seluruh dunia.
Read More : Fenomena Berburu Koin Daring, Rusak Fasilitas Umum
Disepakati bahwa dalam dua hingga tiga tahun terakhir, permintaan emas fisik mengalami pertumbuhan yang signifikan di seluruh dunia. Apalagi jika melihat banyak negara wisata besar, seperti China dan India.
Permintaan kedua negara ini mencapai 700 hingga 800 ton setiap tahunnya. Dalam dua tahun terakhir, rata-rata bank sentral dunia membeli lebih dari 1.000 ton emas per tahun.
“Pada tahun 2024 diperkirakan pembelian emas dari bank sentral dunia mencapai 500 ton. Jadi ini salah satu katalis yang menopang pertumbuhan total permintaan emas dunia yang juga stabil,” pungkas Andra.