Jakarta, Beritasatu.com – Transaksi bisnis senilai hampir Rp 2 triliun tercatat pada Indonesia Sharia Economic Festival 2024 yang berakhir pada Minggu (3/11/2024). Besaran transaksi ini mencerminkan perkembangan dan potensi perekonomian syariah (eksyar) di Tanah Air. Nominal tersebut meliputi realisasi transaksi komitmen dan pembiayaan sebesar Rp641 miliar, perdagangan sebesar Rp295 miliar, dan komitmen kerja sama ekosistem keuangan syariah sebesar Rp1 triliun, dari Fesyar Road, ISEF Road, Sharia Economics and Finance Festival (Fesyar). kegiatan) hingga ISEF 2024.

Read More : Sempat Anjlok, IHSG Sesi I Kembali ke Zona Hijau

“Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama dan sinergi seluruh pihak yang telah menyumbangkan waktu, tenaga, dan tentunya hartanya untuk pembelian produk-produk ekonomi dan keuangan berbasis syariah,” ujar Destry Damayanti, Wakil Presiden Senior Bank Indonesia.

Destry juga menyampaikan bahwa ISEF tidak hanya sekedar festival, namun juga merupakan forum kolaborasi yang mempertemukan berbagai pihak untuk menciptakan ekosistem syariah yang berkelanjutan. Pencapaian visi Indonesia menjadi pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia memerlukan ketaatan pada prinsip sinergi, inovasi, digitalisasi, dan exyar.

“Untuk mendukung program ini, inisiatif dan program ISEF seperti kerjasama Bank Indonesia dengan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), pemerintah, industri dan berbagai pihak berkepentingan lainnya harus terus diperkuat agar dapat memperoleh manfaat dari hal tersebut. itu.” Destry mengatakan, “Persaingannya semakin meningkat,” katanya, bekerja untuk bangsa dan masyarakat Indonesia serta memajukan industri.

Acara penutupan ISEF 2024 juga diisi dengan pengumuman pemenang sejumlah kompetisi utama seperti Youth Sharia Socioenterpreneurship Competition (YSSC), Indonesia International Halal Chef Competition (IN2HCC), National Sharia Economic Competition (KESN) dan ISEF Menghadiahkan. Penghargaan ISEF tahun ini diberikan kepada institusi dan individu yang telah memberikan kontribusi besar terhadap pengembangan ekonomi syariah.

ISEF 2024 menghadirkan rangkaian 62 seminar, talkshow dan acara menarik lainnya yang dihadiri oleh 22 kementerian/lembaga, 37 asosiasi, 1.000 pelaku industri dan 46 mitra internasional pada pembukaan ISEF 2024 pada Rabu 30 Oktober 2024. (Bank Indonesia)

ISEF merupakan salah satu upaya Bank Indonesia sebagai bank sentral untuk memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di tingkat nasional dan internasional. 

ISEF 2024 yang memasuki tahun ke-11 tahun ini mengusung tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Memperkuat Ketahanan dan Pertumbuhan Berkelanjutan”. Tema ini mencerminkan kekuatan sinergi untuk bersama-sama mewujudkan ekonomi keuangan syariah Indonesia sebagai model fundamental baru dan aliran baru. Untuk perekonomian yang inklusif, berketahanan dan berkelanjutan di tengah tantangan ekonomi global, kami menjadikan Indonesia sebagai pemain global. 

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan ISEF menjadikan perekonomian keuangan Indonesia terbesar dalam 11 tahun terakhir.

“Dengan berintegrasi dan menjadi kebanggaan kita semua, ISEF semakin mendekatkan Indonesia mencapai visinya menjadi salah satu pemain halal terkemuka di dunia,” kata Perry saat membuka ISEF 2024, Rabu. 10/2024).

Read More : Ini Alasan Thailand, Vietnam dan Indonesia Dibanjiri Produk China

Perry juga memaparkan sejumlah pencapaian strategis dari implementasi ISEF; antara lain dengan semakin terbentuknya ekosistem ekonomi keuangan berbasis syariah yang terintegrasi antar entitas dan juga secara vertikal dari atas ke bawah. Penguatan dukungan kelembagaan dan regulasi dalam pengembangan ekonomi syariah baik di tingkat nasional maupun regional, serta penguatan kepemimpinan dalam berbagai kegiatan internasional.

“Melalui 11 tahun sinergi kami, ISEF semakin memperkuat komitmen bersama dalam memajukan ekonomi keuangan syariah di Indonesia,” tambah Perry.

Penerapan ISEF juga secara bertahap memperkuat kepemimpinan global Indonesia. Indonesia adalah contoh betapa kuatnya sinergi pemerintah daerah dalam pengembangan ekonomi keuangan berbasis syariah. Salah satunya, Bank Indonesia berhasil meraih penghargaan Best Central Bank of the Year tiga kali berturut-turut di ajang tahunan Global Islamic Finance Award (GIFA).

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ekonomi dan keuangan syariah memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan berkelanjutan. 

“Dengan negara yang berpenduduk 87% Muslim, kita mempunyai potensi yang sangat besar untuk pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, baik di bidang investasi, pembiayaan syariah, makanan dan minuman halal, fesyen, fesyen, farmasi, kosmetik bahkan di bidang ramah muslim seperti pariwisata” , kata Airlangga.

Menurut Airlangga, kontribusi ekonomi syariah terhadap PDB mencapai 48,71%, dimana ekonomi syariah mendukung penguatan UMKM pada RPJPN 2025-2045. Pemerintah juga menargetkan Indonesia emas dengan landasan pertumbuhan ekonomi yang kuat. Oleh karena itu, visi pengembangan sektor produktif seperti produk syariah dan halal menjadi sangat penting.

Tentu saja untuk mewujudkan visi tersebut, presiden di kabinet Merah Putih bertekad untuk mendorong kemandirian bangsa, salah satunya adalah kemajuan ekonomi syariah sejalan dengan rencana pembangunan jangka menengah 2024-2049. ,” pungkas Airlangga.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *