Jakarta, Beritasatu.com – Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) melayangkan surat protes kepada FIFA atas cara wasit Ahmed Al Kaf menangani hasil imbang 2-2 melawan Bahrain pada babak ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup C.
Read More : AFF Tolak Malut United dan Persebaya Ikut ACC Cup 2025/26
Laga yang berlangsung Kamis malam (10/10/2024) di Stadion Nasional Bahrain ini diawali dengan tim tuan rumah membuka keunggulan pada menit ke-15 melalui Mohamed Marhoun.
Tertinggal 0-1, Timnas Indonesia bangkit berkat gol Ragnar Oratmagoen dan Rafael Struik. Keunggulan 2-1 itu dipertahankan hingga enam menit perpanjangan waktu babak kedua, seperti yang diumumkan pihak penyelenggara.
Asalkan tidak terlalu banyak situasi bola mati. Namun wasit Ahmed Al Kaf terus menambah waktu hingga waktu tambahan tiga menit yang ditentukan terlampaui. Pada menit kesembilan waktu tambahan, Markhun membuat skor menjadi 2:2 untuk keunggulan Bahrain.
Kantor berita Indonesia Antara melaporkan, PSSI akan mengirimkan surat protes terhadap wasit Al Kafu ke FIFA pada Jumat pagi (11/10/2024). “Kami sangat kecewa dengan kinerja wasit,” kata Pengurus PSSI Arya Sinulingga.
“Mereka memberi lebih banyak waktu seolah-olah ingin Bahrain menyamakan kedudukan,” ujarnya.
Usai skor menyamakan kedudukan, staf teknis dan pemain Indonesia bereaksi tajam terhadap wasit asal Oman. Di pinggir lapangan, pelatih Shin Tae-yong dan manajer tim Sumarji marah dan mengkritik wasit.
Read More : Kasus Adik Bunuh Kakak dan Keluarga di Kediri, Anak yang Selamat Alami Trauma
Wasit kemudian memberikan kartu merah kepada Sumarji.
Para pemain dan pelatih Sheen pergi ke tengah lapangan untuk menemui wasit. Perwakilan panitia penyelenggara pertandingan harus datang untuk menenangkan mereka, dan pasukan keamanan dipanggil untuk mengawal tim wasit.
Terjadi perselisihan antara pemain Indonesia dan Bahrain di terowongan. Reaksi Shane Pattinama yang sangat kejam membuat asisten Shin yang berasal dari Korea memeluk pemain tersebut dan mendorongnya menjauh dari kerumunan.
Shin Tae-yong menyembunyikan amarahnya selama konferensi pers pasca pertandingan. Menurutnya, siapapun yang menyaksikan pertandingan tersebut pasti akan merasakan kemarahan pemain Indonesia tersebut karena keputusan wasit yang bias.