Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengharapkan hasil nyata terpilihnya Indonesia menjadi tuan rumah World Water Forum (WWF) ke-10.
Read More : Polri Kerahkan 5.791 Personel Amankan World Water Forum di Bali
“World Water Forum merupakan forum air global yang diselenggarakan setiap tiga tahun sekali. Syukurlah kami menjadi tuan rumah tahun ini. Melalui acara ini kami ingin mendapatkan hasil yang konkrit, jadi tidak hanya sekedar diskusi atau seminar, sesuai arahan presiden selama ini, kalau ada forum pasti ada hasilnya,” ujarnya kepada wartawan di kantor Kementerian PUPR. di Jakarta Selatan pada Jumat (26/04/2024).
Basuki mengungkapkan, upaya pemerintah untuk mencapai hasil nyata terletak pada pembentukan Center of Excellence for Water and Climate Security.
“Hasil nyatanya adalah kita memiliki Center of Excellence (COE) Ketahanan Air dan Iklim di Yogyakarta,” ujarnya.
Selain itu, Indonesia mendapat subsidi dari negara lain melalui Memorandum of Understanding (MOU).
“Beberapa nota hibah akan ditandatangani. Salah satunya hibah peralatan instalasi pengolahan (WTP) dari Korea Selatan untuk pembangunan IPAL,” ujarnya.
Tunjangan peralatan PSO atau instalasi pengolahan air (IPA) adalah 300 liter air per detik. Proyek ini sedang dalam tahap konstruksi.
Read More : Endus 244 Kasus Mafia Tanah,KPK Dorong Kementerian ATR/BPN Lakukan Perbaikan
Selain itu, Menteri PPPR mengungkapkan sedang melaksanakan nota kesepahaman dengan berbagai pihak seperti Japan International Cooperation Agency (JICA), Finlandia, dan Tunisia.
Dijelaskannya, WFF akan menjadi kesempatan bagi para pemangku kepentingan terkait sumber daya air untuk berdiskusi dan berkolaborasi.
Diketahui, VFF akan digelar mulai pukul 18.00 hingga 25.00 hingga Mei 2024. Terletak di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Bali, Indonesia. Tema “Air untuk Kesejahteraan Bersama” diangkat dalam forum tersebut dengan tiga proses utama: tematik, regional dan politik.
10. WWF mempunyai empat fokus utama pembahasan, yaitu konservasi air, air bersih dan sanitasi, ketahanan pangan dan energi, serta mitigasi bencana alam.