Badung, Beritasatu.com – Wakil Menteri Luar Negeri Pahala Mansury mengatakan Indonesia dan Afrika memiliki potensi ekonomi yang besar, terutama jika menyangkut ekonomi biru. Salah satu negara di kawasan Afrika yang memiliki potensi kerja sama adalah Zanzibar.
Read More : Baru Dilantik Jokowi, Rosan Roeslani Diminta Kejar Target Hilirisasi
Indonesia dan Zanzibar memiliki potensi kerja sama di sektor ekonomi biru, termasuk pariwisata dan perhotelan, perikanan dan pertanian, pembangunan infrastruktur pelabuhan, produksi rumput laut, serta sektor minyak dan gas. Indonesia telah memiliki Kerangka Ekonomi Biru yang dapat meningkatkan pengelolaan sumber daya kelautan secara berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Ekonomi biru merupakan sektor yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan bersama. “Ini merupakan peluang emas bagi pelaku usaha untuk memperkuat kehadirannya di pasar Afrika Timur dan membangun masa depan yang lebih berkelanjutan,” kata Pahala dalam keterangannya, Senin (9/02/2024).
Hubungan Indonesia dan Afrika telah terjalin sejak Konferensi Asia-Afrika tahun 1955, yang menjadi landasan solidaritas dan kerja sama antar negara berkembang.
Pahala mengatakan, jika digabungkan, nilai produk domestik bruto (PDB) gabungan antara Indonesia dan negara-negara di kawasan Afrika akan mencapai sekitar 4,4 triliun dolar. Kedua belah pihak mempunyai sumber daya alam yang melimpah.
“Dengan potensi yang besar tersebut, kita perlu memperkuat kerja sama di sektor-sektor strategis, khususnya ekonomi biru yang sangat relevan bagi negara kepulauan seperti Indonesia dan Zanzibar,” kata Pahala.
Hubungan Indonesia-Afrika yang terjalin sejak Konferensi Asia-Afrika tahun 1955 menjadi landasan solidaritas dan kerja sama antar negara berkembang.
Read More : BI Diprediksi Pertahankan Suku Bunga Acuan 6,25 Persen
Hal serupa disampaikan Presiden Zanzibar Hussain Ali Mwinyi dan mengatakan Zanzibar dan Indonesia sangat mirip sebagai negara kepulauan yang memiliki komitmen kuat terhadap pengembangan sektor kelautan dan perlindungan lingkungan laut.
“Kami mengundang para pelaku usaha dan investor dari Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam pengembangan sektor ekonomi prioritas di Zanzibar,” kata Mwinyi.
Zanzibar adalah bagian dari Tanzania di pantai Afrika Timur. Sebagai wilayah semi-otonom, Zanzibar mempertahankan persatuan politik dengan Tanzania, namun memiliki parlemen dan presiden sendiri.
Dengan dukungan berbagai pihak, diharapkan kerja sama ini dapat membawa manfaat nyata bagi kedua belah pihak dan mendorong pembangunan berkelanjutan di masa depan.