JAKARTA, BERITASATCOM – Indonesia terus memperkuat ekonomi hijau untuk berubah melalui kerja sama strategis dengan Jepang. Bank Indonesia Indonesia Bank “Mengunci India Green Investment Options dengan pertumbuhan berkelanjutan: Senin (12/12/2012).
Read More : Bumi Akan Mendapatkan Bulan Baru Berukuran Mini Per 29 September 2024, Ini Penjelasannya
Gubernur mengatakan bahwa mereka adalah damayant utama, perkembangan ekonomi yang kuat dan ramah lingkungan. Ini termasuk memperkuat ekosistem keuangan hijau, sistem pembayaran digital dan kekuatan MSME.
“Stabilitas ekonomi makro dan sistem keuangan yang kuat penting untuk keberhasilan transformasi struktural,” Selasa (12/15/2012). 10 proyek dan kewajiban investasi Jepang
Forum bisnis ini, beberapa investor Jepang (LOI) memimpin Letter of Intent.
Beberapa proyek yang disepakati meliputi: 1. Proyek trem Bogor Kishu Tetetudo Co., Ltd.2. Sun Floating Center Toe Renewing Energy Inc, Morimitsu Industry Co., Ltd. dan Exbrod Co., Ltd.3. Produk susu saat ini diintegrasikan ke dalam produksi. Pengelolaan Limbah dan Proyek Bahan Bakar RDF Takashima Eisei Co., Ltd. Dukungan pemerintah dan peran Paviliun Indonesia
Duta Besar Indonesia telah menyetujui kerja sama strategis yang komprehensif antara Indonesia dan Jepang, terutama di sektor hijau dan di industri pelanggaran industri. “Forum ini menunjukkan keparahan kedua negara sehingga untuk membangun kerja sama yang berguna untuk satu sama lain,” katanya.
Read More : Raffi Ahmad Jajal Taksi Terbang EHang 216-S di PIK 2
Sementara itu, kami mengundang investasi dan sekuel ekonomi Economic Seeejoedi Seekejoedi (BKPM / BKPM. “Kami diundang untuk bergabung dengan Jepang untuk mengubah industri hijau dan pemrosesan mineral.”
Pavilion Indonesia Rosy Wetawaty mengatakan bahwa Paviliun Dunia Expo 2025 adalah platform strategis hanya untuk satu jendela potensial, platform investasi hijau. “Paviliun Indonesia adalah tempat nyata bagi kerja sama hijau Indonesia-Jepang,” kata Rosy.