Jakarta, Beritasatu.com – Indef memperkirakan tantangan pemberantasan tembakau ilegal di Indonesia serupa dengan pemberantasan narkoba di Amerika Latin. Terkait hal ini, diperlukan perintah langsung dari Panglima Prabowo Subianto.
Read More : Puan Maharani Soal Revisi UU Wantimpres: Jangan Sampai Tabrak Konstitusi
Andry Satrio Nugroho, Kepala Pusat Industri Perdagangan dan Investasi Indef, mengatakan banyaknya kasus rokok ilegal disebabkan oleh dukungan atau perlindungan yang mereka terima dari aparat penegak hukum. Upaya pemberantasan tentu saja sulit dilakukan.
“Jika kita berbicara tentang rokok ilegal di Amerika Latin, itu berarti pemerintah sedang memerangi narkoba, karena saya yakin undang-undang rokok ilegal ini didukung oleh lembaga penegak hukum.” (TLN) Kamis (12 Desember 2024) Dilakukan oleh B-Universe di Markas PIK 2.
Andrey menegaskan, tekanan dan koordinasi langsung dari Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah yang perlu dilakukan untuk memberantas rokok selundupan. Selain itu, koordinasi antarkementerian dibandingkan hanya mengandalkan Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian akan membawa hasil yang maksimal.
“Perlu ada perintah dari Presiden bahwa kita harus melawan tembakau ilegal. Sebagaimana kita ketahui bahwa salah satu kerugian pendapatan pemerintah berasal dari tembakau ilegal, kita harus melakukan segala cara untuk menghilangkannya. Ya, menurut saya inisiatif ini perlu pernyataan yang jelas, kata Presiden. Kalau tidak, saya pikir kementerian akan bekerja sendiri-sendiri,” tambahnya.
Read More : Polri Siapkan Operasi Ketupat 2025 Untuk Amankan Mudik Lebaran
Andrey pesimistis penghapusan ini akan efektif jika dilakukan beberapa kementerian saja. Pasalnya, peredaran rokok ilegal telah berkembang menjadi ekosistem yang besar dan sistematis, yang diperkirakan akan berdampak pada menurunnya industri tembakau legal di Indonesia.
Andrey menyimpulkan: “Ekosistemnya sudah besar, sistematis, dan mendapat dukungan di sana-sini. Kita harus menunggu sampai produsen legal tumbang dan mereka bisa menjadi pemain narkoba daun ilegal”. dalam memberantas rokok ilegal.