Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengaku ingin bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menggelar kompetisi karting di Prime, kota Jakarta. pulau (IKN). ) Oktober mendatang.

Read More : Tol Padang-Sicincin Siap Beroperasi 15 Desember 2024, Sambut Liburan Natal dan Tahun Baru

Melalui situs IMI, ia menjelaskan, acara tersebut merupakan kelanjutan dari suksesnya Balap Karting Elektrik 2023 yang digelar IMI bersama Kementerian PUPR pada Desember lalu di Sirkuit EV PUPR Bandung, Jawa Barat.

โ€œSirkuit EV ini menjadi salah satu wadah civitas IKN untuk memupuk minatnya terhadap balap, sehingga atlet-atlet luar negeri berprestasi yang lahir dari sana bisa membanggakan negara,โ€ kata Bamsoet pada pertemuan kedua IMI tahun ini.

Selain itu, kata dia, untuk persiapan kompetisi, IMI dan PUPR sedang membangun sirkuit EV di IKN. Konstruksinya mengikuti model Sirkuit PUPR EV di Bandung, Jawa Barat, yang memiliki panjang 986 meter dan lebar 8 meter.

Pendistribusian EV menggunakan berbagai teknologi konstruksi jalan, seperti aspal berpori, aspal plastik, aspal karet, beton berpori, perkerasan dasar fly ash (FABA), dan tanggul ringan.

Menurut Bamsoet, kawasan ini tidak hanya menjadi tempat rekreasi saja, namun bisa menjadi tempat wisata mobil yang akan memberikan manfaat bagi perekonomian masyarakat setempat.

Read More : Atalanta Bertemu Marseille di Semifinal Liga Europa

Selain program e-karting, IMI juga akan mendukung penyelenggaraan MotoGP yang digelar pada 27-29 September di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, NTB. Mereka berharap bisa menarik ratusan ribu penonton, setelah MotoGP Mandalika tahun lalu berhasil menarik sekitar 130.000 penonton selama tiga hari balapan.

Bamsoet mengatakan, berkat kerja sama yang erat dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia Pusat (KONI), IMI berhasil memboyong Mini 4WD atau yang lebih dikenal dengan Tamiya, sebagai salah satu cabang olahraga eksibisi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh Utara. Sumatra. , pada tanggal 8-20 September. Ajang tersebut mempertandingkan dua ajang yaitu kelas dumper Indonesia (IDC) dan kelas terbuka Indonesia (IOC).

Kehadiran Tamiya di PON, kata Bamsoet, karena permainan tersebut sudah populer sejak tahun 1990-an hingga saat ini, dan masih diminati oleh anak-anak hingga orang dewasa. Kompetisi ini mirip dengan balapan mobil karena membutuhkan keahlian mengganti berbagai bagian, mulai dari dinamo, sasis, hingga ban.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *