Jakarta, Beritasatu.com – Iklan yang mempromosikan iPad Pro terbaru Apple membuat heboh di media sosial.

Read More : Pertumbuhan Ekonomi Melonjak Saat Pilkada, Sektor Ritel dan UMKM Siap-siap Dapat Angin Segar

Iklan tersebut menunjukkan mesin press hidrolik menghancurkan hampir semua alat kreatif yang digunakan seniman dan masyarakat selama bertahun-tahun. Mulailah dengan piano, pemutar rekaman, buku, kamera, dan lainnya. Dampak kehancuran ini? Kedatangan iPad Pro terbaru.

Di akhir iklan, seorang narator menyatakan, “iPad paling kuat namun tertipis.”

Apple jelas ingin menunjukkan kepada masyarakat potensi penuh dari produk barunya. Namun respon masyarakat menunjukkan bahwa kampanye tersebut tidak berhasil.

“Reaksi terhadap pengumuman ini meresahkan,” kata Americus Reed II, profesor pemasaran di The Wharton School, University of Pennsylvania, dilansir AP Sabtu (11/5/2024).

“Saya memahami konsep yang ingin mereka sampaikan, namun menurut saya yang terjadi adalah teknologi menghancurkan kenangan dan nostalgia masa lalu,” lanjutnya.

Read More : Puan Maharani Soal Dugaan Polisi Tak Netral pada Pilkada 2024: Jika Ada Bukti, Laporkan!

Pengumuman ini muncul di tengah ketidakpastian dan kekhawatiran banyak orang bahwa pekerjaan dan rutinitas sehari-hari mereka akan tergantikan oleh kemajuan teknologi, terutama di era komersialisasi kecerdasan buatan generatif yang pesat. Melihat hal-hal yang Anda sukai hancur tidak membantu mengurangi kecemasan.

Beberapa selebriti bahkan menggunakan media sosial untuk mengkritik iklan tersebut.

“Hancurkan pengalaman manusia. “Semua berkat Silicon Valley,” tulis aktor Hugh Grant di platform media sosial X.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *