Tarakan, Beritasatu.com- Beberapa penduduk, yang semuanya adalah karyawan, menduduki salah satu pengusaha di Tarakan Nagar di Kalimanton Utara pada hari Sabtu (28 Juni 2025). Tindakan ini telah dipicu oleh perusahaan untuk menangkap diploma pertama sejak 2016.
Read More : 404
Dalam siaran video amatir, sekitar 10 mantan karyawan datang ke kantor massal PT Puttara Raja Jalan Mulavarman. Dia mendesak pengembalian Diploma Asli, yang diakuisisi oleh Perusahaan sebagai bagian dari kontrak bisnis.
Sayangnya, mantan karyawan bersikeras bahwa Rp 500.000 meminta perampokan setiap orang untuk merebut kembali diploma. Bahkan, beberapa dari mereka telah berhenti bekerja sejak 2016, tetapi diploma asli belum dikembalikan.
Iksan, salah satu korban, mengunjungi tempat itu bersama rekan -rekannya dan mengaku menemukan kejelasan. Penangkapan diploma telah dilakukan sejak dimulainya pekerjaan dan digunakan sebagai syarat yang akan diterima oleh perusahaan yang terkait dengan distribusi produk pembersih swach otomotif, katanya.
Ixan Beritasatu.com mengatakan, โPersyaratan pekerjaan dan diploma yang sebenarnya menjamin diploma asli.
Ixan awalnya belum menerima diploma sejak saya bekerja pada tahun 2016. RP mengklaim bahwa dia diminta untuk membayar. 500.000 dapat mengembalikan dokumen utama.
Upaya mantan karyawan untuk bertemu dengan pemilik bisnis dengan inisial FR tidak memberikan hasil. Ada beberapa anggota komisi IUD IBN Saud dan Tarakan DPRD I, tetapi operator tidak pernah muncul.
Read More : Truk Muat Ikan Terguling, Jalur Jember-Banyuwangi Macet hingga 2 Kilometer
Ibnu Saud mengatakan pemerintah akan membantu kedua belah pihak menyelesaikan masalah tanpa merusak kedua belah pihak. Namun, pertemuan itu gagal karena majikan tidak diterapkan.
Pemerintah Tara Kansi dikhususkan untuk pengawasan masalah ini dengan menanyai majikan. Ibnu berharap masalah ini dapat diselesaikan dengan damai.
“Aku bertanya pada seseorang. Jika kamu tahu mengapa kamu memanggil seseorang, kamu tidak tahu namanya, tetapi kamu tidak harus mengatakan untuk bekerja sama. Kami ingin semuanya bekerja dengan baik. Kami ingin mendukung semuanya. Jangan berpikir begitu.”