Jakarta, Beritaseu.com – Indonesia Infrastructure Finance (IIF) menekankan komitmennya untuk mempromosikan kecepatan pengembangan infrastruktur berkelanjutan yang beradaptasi dengan kebutuhan generasi muda. Komitmen ini diadakan pada hari Kamis (16/12/2025) di International Infrastructure (ICI) di Jakarta Convention Center pada tahun 2025.
Read More : IHSG di Zona Hijau pada Pembukaan Perdagangan Kamis 17 Oktober 2024
Kepala Penasihat IIIH IIH Irman Boyel mengatakan bahwa kehadiran IIF pada platform ini adalah kontribusi aktif organisasi untuk mendukung kebijakan strategis nasional. Sebagai lembaga keuangan yang diciptakan oleh Kementerian Keuangan dan Penasihat untuk Proyek Infrastruktur, partisipasi IIF bersifat substantif.
Irman juga menyebutkan tantangan pengembangan infrastruktur di masa depan, yang tidak dipisahkan dari generasi milenium dan tuntutannya. Menurutnya, untuk menanggapi kebutuhan generasi muda, diperlukan Rencana Pengembangan Pengembangan Transportasi (Tod), yang menyediakan kombinasi area penduduk untuk menyesuaikan akses ke tempat -tempat umum untuk mengakses area perumahan, lokasi komersial dan publik.
“Proyek terpenting untuk generasi termuda adalah pengembangan transportasi umum dan transportasi berdasarkan transportasi,” kata Irman Beritaseu.
Selain itu, ia merujuk pada sinergi antara pemerintah keuangan infrastruktur dan sektor swasta di tengah -tengah tantangan untuk memperlambat ekonomi global.
“Pemerintah telah mengakui bahwa anggaran negara tidak cukup untuk membangun proyek infrastruktur. Partisipasi swasta dalam bentuk investasi dan manajemen perencanaan diperlukan,” katanya.
Skema kolaborasi IIF, seperti Public-Private Partnership (PPP), mempromosikan kerja sama antara BUM/BUMD dan sektor swasta. Dengan metode ini, investasi dapat dikelola secara profesional, efektif dan dapat berdampak langsung pada kebutuhan masyarakat.
Read More : Anjlok Hampir 5%, Harga Minyak Mentah Capai Titik Terendah dalam 9 Bulan
Selain itu, Irman menekankan pentingnya pengembangan infrastruktur berkelanjutan. Menurutnya, IIF telah menerapkan standar lingkungan, sosial dan lingkungan, sosial dan administrasi (EGS).
“Kami sedang membangun tidak hanya untuk generasi saat ini, tetapi juga untuk generasi masa depan. Nama IIF Gru pertama sejalan dengan praktik internasional terbaik,” katanya.
Dia berharap bahwa transisi ke ekonomi hijau akan bergerak secara sistematis dan memiliki dampak signifikan pada pengurangan risiko lingkungan.