Jakarta, Beritasatu.com – Pada akhir perdagangan sesi I (21/6/2024), Indeks Harga Satu Saham (IHSG) menguat sebesar 113,76 poin (1,67%) ke 6.933,08. Menurut Pilarmas Investindo Securitas, IHSG saat ini mengalami pertumbuhan signifikan karena dua tren utama. Apa itu?
Read More : Daftar Orang Terkaya Inggris di Tengah Ancaman Pindah Negara karena Peraturan Pajak
Pilarmas mengatakan, sentimen awal berasal dari optimisme Bank Indonesia (BI) yang kuat terhadap pertumbuhan ekonomi dalam negeri. BI memperkirakan perekonomian Indonesia akan tumbuh 4,7-5,5% pada tahun 2024.
โPertumbuhan ini terkait dengan indikator ekonomi meningkatnya konsumsi masyarakat seiring dengan daya beli dan kepercayaan konsumen yang kuat,โ kata Pilarmas dalam catatan riset, Jumat (21/6/2024).
Kajian kedua adalah kebijakan regulator bursa yang merevisi aturan mekanisme FCA yang mulai berlaku hari ini. Beberapa emiten kini dapat memilih keluar dari dewan pengawas khusus FCA.
โSalah satunya adalah emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar yang tindakannya berdampak signifikan terhadap suatu indeks,โ ujarnya.
Read More : Pasar Kripto Naik, Harga Bitcoin Capai Level US$ 54.733
Selain itu, Pilarmas mengatakan indeks saham di Asia memiliki kinerja yang beragam. Pasar tampaknya merespons pernyataan Presiden Fed Minneapolis Neil Kashkari bahwa diperlukan waktu 1-2 tahun untuk mengembalikan inflasi ke 2% karena pertumbuhan upah masih tinggi.
Hal lain yang perlu diperhatikan adalah indeks manufaktur Jepang berada dalam zona yang lambat namun terus berkembang.