Jakarta, Beritasatu.com – Setelah pekan lalu melemah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menguat sebesar 112,5 poin (1,61%) pada Senin (23/12/24) menjadi ditutup pada 7.096,4. Analis memperkirakan IHSG akan ditutup pada akhir tahun 2024 dengan perkiraan berkisar antara 7.100 hingga 7.200.
Read More : Rupiah Perkasa Tembus Rp 15.300-an pada Awal Perdagangan Kamis 5 September 2024
Analis Riset Senior Panin Sekuritas Aqil Triyadi mengatakan, meski IHSG menunjukkan perbaikan, namun konsolidasi di akhir tahun ini sepertinya tidak akan signifikan. Selama 5 tahun terakhir, pasar secara umum mengalami beberapa konsolidasi di akhir tahun, dengan rata-rata kenaikan sebesar 1,3%.
“Beberapa faktor pendorong penguatan IHSG adalah penguatan rupee pada Jumat 20/12/2024,” ujarnya kepada Daily Investment, Senin (23/12/24).
Meski demikian, dia mengatakan penguatan Rupiah hanya bersifat sementara, meski ada kemungkinan penguatan lebih lanjut Rp 15.500 per dolar. “Nilai tukar rupee masih menjadi faktor terpenting bagi IHSG yang perlu diwaspadai hingga akhir tahun,” ujarnya.
Selain itu, penurunan imbal hasil obligasi AS optimistis terhadap aliran investasi asing (capital flow) yang mampu menopang IHSG hingga akhir tahun. Namun, Aqil mengingatkan bahwa perasaan baik itu hanya bersifat sementara. Kebijakan ekonomi Presiden terpilih Donald Trump pada tahun 2025, serta pergerakan suku bunga yang dapat memberikan tekanan terhadap perekonomian global, membuat perkiraan IHSG tahun 2025 terlihat tidak terlalu cerah.
Read More : Jonathan Frizzy Jadi Tersangka Kasus Vape Obat Keras
Di sisi lain, meski ada kemungkinan IHSG di akhir tahun menguat, Head of Online Business BCA Sekuritas Ahmad Yaki menilai intensitas IHSG saat ini lebih disebabkan oleh pemulihan teknis dan kecepatan Sinterklas yang biasanya dicatat pada akhir tahun.
IHSG di akhir tahun berpotensi menembus level 7.200, namun targetnya moderat ke 7.100. “IHSG mungkin terus menguat, ekspektasinya dari 7.300 ke 7.350,” kata Ahmad.