JAKARTA, Beritasatu.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terseret Nafa-Link setelah mencapai titik tertinggi sepanjang masa (ATH) pada perdagangan Jumat (9 Juni 2024).
Read More : IHSG Kamis 20 Juni 2024 Dibuka Menguat 24,31 Poin
Hingga hari pertama perdagangan Senin (9/9/2024), IHSG turun 64,60 poin atau 0,84% ke 7.657,2. Sebanyak 10,8 miliar lembar saham senilai Rp 5,4 miliar diperdagangkan dalam 669.329 transaksi.
“Aksi ambil untung di Senin indah hari ini (9 September 2024) patut dipertanyakan karena sejak Agustus IHSG sudah menguat tajam, bahkan secara year to date IHSG naik tajam,” tulis Riset NH Korindo Sekuritas 5%, Senin. . “
IHSG ditutup menguat 40,8 poin (0,53%) pada 7.721 pada hari Jumat. Sementara itu, IHSG menguat 0,36% secara mingguan ditopang pembelian asing (net purchase) sebesar Rp 3,42 triliun.
Sentimen positif ini patut dipertahankan, apalagi jika nilai tukar rupiah masih berada di bawah level 15.400 terhadap dolar AS (yang pekan lalu kehilangan 1,06% nilainya).
Read More : Erick Pastikan Sistem Govtech Ina Digital Mudah Digunakan Masyarakat
Namun, NH Corindo menghimbau investor untuk melakukan aksi jual mengingat sentimen regional dan global yang kurang menguntungkan. NH Korindo Sekuritas menulis: “Bersiaplah untuk menguji support terdekat di 7.650 dan jika gagal bertahan maka akan bergerak menuju 7.550 sebagai support kedua.”
Berikut rekomendasi saham NH Korindo Sekuritas: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) harga masuk 5.300, target harga 5.625-5.700/5.975-6.050/6.300, harga stop loss 5.000 poin. Harga 3.200-3.280/3.400. -3,410 dan Hentikan Hassan 2,900.