Jakarta, Beritasatu.com – Identitas unik pendidikan pesantren sebagai lembaga pendidikan berbasis tradisi Islam menjadi modal menghadapi tantangan zaman. Mengingat keunikan tempat tinggal Islam, Pengurus Masyayikh berupaya untuk memastikan bahwa tempat tinggal Islam tidak hanya bertahan tetapi juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap sistem pendidikan nasional.
Read More : Cek Kesiapan Jalur Mudik Lebaran 2025, Kakorlantas Tinjau Jalur Tol Cipularang
Ketua Dewan Masyayikh KH Abdul Ghaffar Rozin (Gus Rozin) menegaskan, sistem penjaminan mutu merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan hunian syariah menghadapi berbagai tantangan tanpa mengorbankan keunikannya.
“Pendidikan pesantren sebagaimana diatur dalam UU No. 18 Tahun 2019 memungkinkan kita untuk mendidik secara mandiri, dengan poin pentingnya dimasukkan dalam sistem pendidikan nasional,” kata Gus Rozin dilansir Antara, Senin (25/11). /2024).
Gus Rozin juga menyampaikan, sistem penjaminan mutu ini akan diterapkan pada awal tahun depan. Menurutnya, dokumen standar mutu yang dirancang menjadi pedoman utama untuk menghasilkan lulusan santri yang sesuai dengan sembilan profil karakter santri Indonesia.
“Walaupun santri kita mempelajari ilmu keislaman secara multidisiplin, namun landasan keilmuannya pada dasarnya tetap dipersiapkan melalui pendidikan diniyah formal, dan tingkat mutunya disesuaikan dengan sembilan profil mutu santri Indonesia pada pendidikan pesantren,” kata Gus Rozin.
Read More : Kapolri Naikkan Pangkat AKP Ryanto Ulil Jadi Kompol Anumerta Usai Ditembak AKP Dadang