Jakarta, Beritasatu.com – Ketua Unit Koordinasi Endokrin (UKK) Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Agustini Utari memberikan penjelasan terkait penggunaan obat steroid yang akhir-akhir ini menjadi sorotan masyarakat. . Hal ini terkait dengan kasus seorang anak di bawah tiga tahun (anak) di Surabaya yang diberi obat steroid overdosis oleh pengasuhnya.

Read More : Kontak Pertama Manusia dengan Alien Diyakini Jadi Awal Kiamat

Nurmiatin, pengasuh asal Ngawhi, diketahui memberikan steroid kepada anak asuhnya selama setahun untuk menambah nafsu makan dan membuat mereka gemuk. Akibat perbuatannya, perempuan berusia 38 tahun itu kini ditahan polisi setempat.

Agustini menjelaskan, steroid merupakan obat yang sering digunakan dalam pengobatan, terutama untuk mengatasi peradangan. Selain itu. Obat ini juga digunakan sebagai terapi penggantian hormon pada anak yang membutuhkannya.

“Kami melihat isu virus ini menimbulkan kontroversi. Steroid memang merupakan obat yang banyak digunakan, terutama untuk pengobatan peradangan. Selain itu, obat ini juga digunakan sebagai pengganti hormon pada anak-anak,” ujarnya dalam webinar tersebut. pada Kamis (17/10/2024).

Steroid yang dikenal sebagai hormon kortisol diproduksi oleh kelenjar adrenal. Kortisol menjaga kadar gula darah, mengatur tekanan darah dan membantu tubuh melawan penyakit. Meskipun steroid berguna untuk beberapa kondisi medis, penggunaannya harus sesuai anjuran dokter.

โ€œSteroid adalah hormon kortisol yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Fungsinya termasuk menjaga kadar gula darah, mengatur tekanan darah dan melawan infeksi. Steroid juga penting bagi anak yang tidak memiliki hormon kortisol dan harus dikonsumsi seumur hidup,โ€ jelas Agustini.

Read More : Layanan Transportasi Darat di Bandara Soekarno-Hatta Pindah, Penumpang: Semrawut dan Tidak Efektif

Selain itu, Agustini menegaskan, penggunaan steroid berlebihan tanpa pengawasan medis bisa berbahaya. Indikasi penggunaan steroid biasanya diberikan kepada orang yang menderita penyakit seperti lupus, penyakit ginjal atau peradangan parah.

Selain itu, penggunaan obat ini juga harus diawasi secara ketat, terutama jika digunakan dalam jangka waktu lama.

โ€œOrang yang memerlukan obat steroid biasanya menderita penyakit seperti lupus, penyakit ginjal, atau peradangan parah. Penggunaan steroid jangka panjang harus dipantau selama sekitar dua minggu untuk menilai efektivitas dan efeknya,โ€ ujarnya.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *