Tangerang, Beritasatu.com – Seni dan Desain Kontemporer Indonesia (ICAD) menyelenggarakan acara ICAD By The Bay di Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 Tangerang, Banten.
Read More : Bakal Konser di Indonesia, Yoshi Treasure: Jangan Kasih Kendor, Sayangku
Pada minggu ketiga bulan November, ICAD mengundang dua brand desainer lokal, Apikman dan Booka Lingerie, untuk memamerkan produk fashion mereka.
Pendiri ICAD Diana Nazir mengatakan kedua merek tersebut cocok dengan konsep dan lokasi ICAD By The Bay yang dekat dengan laut. Menurut dia, desain produk Apikman dan Booka Lingerie bertema pantai.
“Kami memilih dua brand fashion Booka Lingerie untuk wanita dan Apikman untuk pria. Jadi tema kami dekat dengan resort dan pantai, kalau melihat karya teman-teman di sini, lebih ringan dan ditujukan untuk resort,” kata Diana Nazir dari Indonesia Distrik Desain. (IDD) PIK2, Tangerang, Banten, Jumat (15/11/2024).
Diana tidak menyangka target pasar ICAD di PIK2 akan sangat menjanjikan. Banyak konsumen PIK2 yang tertarik untuk melihat dan membeli produk-produk yang ditampilkan di ICAD By The Bay.
Pendiri sekaligus desainer brand pakaian Apikman, Agus Santosa, tak yakin produknya akan banyak diapresiasi konsumen di tempat baru seperti PIK2.
“Sepertinya ini arah baru, awalnya saya tidak menyangka apa-apa, tapi alhamdulillah banyak yang tertarik dengan koleksi ini. Tujuannya pas, lalu pilihan warna dan desain di sini, beberapa koleksinya sudah terjual,” kata Agus di tempat yang sama.
Read More : Ini Kisah Perjalanan Cinta Mahalini dan Rizky Febian hingga Dikabarkan akan Segera Menikah
Produk Agus Apikman mengandung unsur Indonesia yang kental, yaitu motif batik untuk pakaian pantai kasual. Dengan kancing yang khas dan terdapat strap pada bagian kerahnya, kemeja ini sangat cocok digunakan saat ke pantai.
Pendiri dan sutradara Booka Lingerie Khairiyyah Sari juga memamerkan pakaian dalamnya di ICAD By The Bay. Sari, demikian sapaannya, ingin wanita Indonesia tampil cantik dan percaya diri, dimulai dari pakaian dalam. “Wanita Indonesia harus memakai pakaian dalam yang cantik,” tegas Sari usai acara.
Produk andalan Booka Lingerie, bra Nenek Lela merupakan celana dalam vintage tanpa lengan dengan desain yang lebih modern.
“Salah satu yang paling laris di kita itu granny bra, Jakarta banget. Nah, bra nenek biasanya lebih tipis dibandingkan jersey, jadi kami membuat spandeks dengan sifat antibakteri dan pelindung sinar UV agar nyaman dipakai sehari-hari, jelas Sari.