Pandeglang, Beritasatu.com adalah kisah menyedihkan yang dialami Vivine (35 tahun), seorang wanita hamil dari desa Kilukuk, Vila de Leubalang, distrik Kikeusik, wilayah Pandegglang, Banten. Dia terpaksa membawa penduduk hingga tiga kilometer dan kemudian duduk di atas kapal kecil hingga tujuh kilometer untuk mencapai peluncur terdekat yang melahirkan anak pertamanya.

Read More : Libur Iduladha dan WSL Krui Pro 2025 Dongkrak Wisata Pesisir Barat Lampung

Akses ke fasilitas medis tidak dapat ditransfer ke kendaraan karena kondisi jalan rusak, yang tetap lebih dari 40 tahun tanpa perbaikan. Akibatnya, penghuni harus bekerja sama untuk membantu hidup dengan alat improvisasi, dalam bentuk strollers dan bambu jaringan.

Dalam sebuah video yang diperoleh Beritasatu.com, ada beberapa penduduk yang naik di sepanjang sungai. Perjalanan terus menggunakan perahu kecil di sepanjang sungai selama dua jam, mengendarai tujuh kilometer pada jarak tujuh kilometer, sampai Anda mencapai titik menangkap Puskesma.

“Jalan di sini rusak parah, tidak bisa melewati kendaraan. Dahulu kala, karena itu bukan pembangunannya,” kata Alam, suami Vivona, ketika ia berkumpul di rumahnya pada hari Jumat (30.05.2025).

Alam mengatakan bahwa perjuangan sering mengalami penduduk, terutama ketika ada orang yang sakit atau ingin melahirkan. Kondisi ini memperburuk akses ke layanan kesehatan, pendidikan dan ekonomi.

“Saya berharap pemerintah dapat segera meningkatkan jalan. Terutama selama stasiun hujan, benar -benar menyiksa,” tambah Alam.

Menanggapi hal ini, Wakil Bupati Pandeglanga Andri Supria meminta maaf kepada masyarakat. Dia mengakui bahwa dia tidak dapat menjual pembangunan jalan pada awal masa jabatannya dengan Bupati Irna Uzulite karena pembatasan anggaran.

Read More : Kodam I Bukit Barisan Dukung Polda Sumut Usut Kasus Pembakaran Rumah Wartawan di Karo

“Kami mohon maaf kepada masyarakat, terutama kepada para korban secara langsung karena jalannya rusak. Tetapi kami akan terus berjuang untuk menyelesaikannya,” kata Ing.

Dia juga menjelaskan bahwa 107 miliar RP lebih awal untuk pembangunan jalan pada tahun 2024, ketika dia masih menjadi anggota DPRR. Namun, anggaran ditarik oleh pemerintah pusat setelah masalah Instruksi Presiden No. 1 tahun 2025, terkait dengan efisiensi anggaran.

“Kami meminta Menteri Keuangan dan Presiden untuk tidak tetap untuk membantu menetapkan anggaran infrastruktur untuk Kabupaten Pandeglang,” kata Iing. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *