Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni meminta Kepolisian, khususnya Kepolisian Bangka Belitung (Babel) mengusut tuntas dan menindak tegas seluruh pelaku yang terlibat kasus ibu N ( 22). ) dan anak N. (1.5) Dikurung di kandang di Babilonia. Menurut Sahroni, perilaku tersebut sangat kejam dan tidak bisa ditoleransi.

Read More : Isu Politik Terkini: Survei Kinerja 10 Tahun Jokowi hingga Jelang Debat Perdana Pilgub Jakarta

“Pada dasarnya semua orang yang terlibat dalam penahanan ini akan diadili, termasuk yang mengetahuinya. Karena memungkinkan perusahaan melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata Sahroni kepada wartawan, Selasa (12/10/2024).

Sahroni malah mendorong polisi mengusut dugaan keterlibatan perusahaan dalam menjaga ibu dan bayi di kandang. Sahroni mengatakan, kandang tempat kedua korban disekap adalah milik PT Payung Mitrajaya Mandiri (PMM), perusahaan perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Bangka. 

“Perusahaan harus bertanggung jawab atas kelalaian yang menyebabkan kejadian ini menjadi pelanggaran HAM berat.” Bagaimana SOP perusahaannya kacau sehingga semua anak dikurung? tegas politikus Nasdem itu.

Sahroni berterima kasih kepada polisi yang telah menetapkan dua tersangka ibu dan anak yang ditangkap di kandang tersebut.

“Kami berterima kasih kepada Polres Bangka Belitung yang sangat cepat menyelesaikan kasus ini. Namun tidak berhenti sampai disitu, semoga pihak kepolisian dan pemerintah daerah juga bisa menindak tegas perusahaan tersebut,” ujarnya.

Read More : Wacana Prabowo Memaafkan Koruptor, Yusril: Demi Pemulihan Aset Negara

Melalui urusan hukum internal Perusahaan Tian Handoko, PT PMM mengetahui karyawannya membantah ibu dan anak tersebut ditahan. Tian mengatakan, area tempat penitipan ibu dan anak tersebut bukan kandang, melainkan ruang administrasi yang tidak digunakan. Suami sopir truk, N, ditangkap karena diduga mencuri solar milik perusahaan.

Namun Sahroni meminta polisi mengusut aktivitas manajemen perusahaan tersebut. Pasalnya, ia khawatir perlakuan kasar serupa akan semakin sering terjadi di perusahaan.

“Saya khawatir perlakuan tidak manusiawi seperti ini sering menjadi hal yang lumrah di perusahaan ini. Oleh karena itu, sebaiknya dicari keterangan dari petugas kepolisian dan saksi lain untuk memastikan keadaannya. karyawan juga melakukan hal yang sama,” kata Sahroni.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *