Tangerang, Beritasatu.com – Chief Operating Officer (COO) PT Hyundai Motors (HMID) Franciscus Sorjopranotto menanggapi pernyataan Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinasi Maritim dan Investasi. Pemerintah akan memberikan insentif untuk meningkatkan permintaan mobil listrik.

Read More : Pigura Foto Prabowo-Gibran Jadi Buruan di Mojokerto, Pedagang Raup Rezeki

Menurut Franciscus, kebijakan tersebut dapat berperan penting dalam meningkatkan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia. Pemerintah melihat insentif ini sebagai langkah strategis untuk mendorong penggunaan kendaraan ramah lingkungan lebih cepat.

Franciscus menjelaskan, ada dua faktor utama yang mempengaruhi penjualan kendaraan listrik di Indonesia. Yang pertama adalah preferensi dan pengetahuan masyarakat terhadap kendaraan listrik. Kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap manfaat dan kegunaan kendaraan listrik perlu lebih ditingkatkan. Kedua, insentif dari pemerintah sangat penting untuk menarik minat masyarakat beralih ke kendaraan listrik.

“Subsidi itu wewenang pemerintah, dan tentu ada dua hal yang akan mempengaruhi pasar mobil di Indonesia. Yang pertama adalah preferensi konsumen, apakah mereka familiar dengan mobil listrik. Yang kedua tentu saja peraturan pemerintah yang mendukung penerapannya. Mobil listrik di Indonesia,” ujarnya. . Fransiscus kepada Beritasatu.com usai peluncuran produk terbaru Hyundai di Aloha, PIK, Jumat (7/12/2024).

“Insentifnya ada dua, pertama insentif dalam bentuk pembiayaan. Kedua insentif dalam bentuk penggunaan. Misalnya negara memberikan subsidi, maka insentif berupa uang tunai atau konsesi. Kedua, ada regulasi seperti kelonggaran ganjil genap yang sangat membantu,” lanjutnya.

Franciscus menambahkan, pasar kendaraan listrik atau battery electric vehicle (BEVs) berkembang sangat pesat dari tahun ke tahun. Tren pertumbuhan ini menunjukkan pertumbuhan sekitar 130% dibandingkan penjualan pada semester pertama tahun lalu. Data ini menunjukkan bahwa masyarakat lebih memilih dan menerima kendaraan listrik sebagai alternatif.

Berdasarkan data Gaikind, volume penjualan BEV grosir mencapai 11.900 unit sepanjang semester I 2024. Angka tersebut menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan penjualan semester I tahun lalu yang mencapai 5.100 unit. Selain itu, total volume penjualan mobil listrik baterai akan mencapai 2.200 unit pada Juni 2024. Angka tersebut menunjukkan semakin besarnya permintaan kendaraan listrik di pasar Indonesia.

Read More : Toyota Akan Pangkas Target 33 Persen Produksi Mobil Listrik

Sementara itu, penjualan dari produsen ke distributor juga meningkat sebesar 11% dibandingkan Mei 2024. Angka tersebut menunjukkan permintaan mobil listrik semakin meningkat setiap bulannya.

“Kalau kita perhatikan sejak Januari lalu, pasar mobil Indonesia tumbuh pesat. Faktor pendukung pertumbuhan tersebut adalah banyaknya masuknya mobil-mobil baru dan merek-merek baru. Bahkan kita melihat tidak hanya segmen-segmen yang sudah ada, tapi juga terbentuknya segmen-segmen baru,” jelas Fransiskus.

“Kita lihat sekarang pasarnya tumbuh di atas 10.000. Ini pertumbuhan yang bagus dibandingkan tahun 2023. Padahal kita lihat komposisinya sudah 2,6-2,7%, jadi ini luar biasa untuk pasar Indonesia,” kata Fransiskus.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *