Jakarta, Beritasato.com- Pernikahan Siri adalah jenis pernikahan yang informal di depan negara itu, dan merupakan masalah kontroversial di Indonesia. Dalam hal istilah, pernikahan Siri berasal dari “SIRR” bahasa Arab. Ini berarti rahasia.

Read More : KPK: 38 Tahanan Jalani Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah dengan Khidmat

Anthala, sebuah buku tentang berbagai masalah Islam Islam di Indonesia, menjelaskan bahwa kata “Suriah” mengacu pada tersembunyi dan rahasia.

Dari perspektif Islam, pernikahan Suriah diadakan setelah Islamia, yang menyaksikan dua saksi, termasuk perjanjian pernikahan hukum. Namun, pernikahan Suriah tidak dicatat di lembaga pemerintah, jadi tidak ada akta nikah yang sah. Status hukum Siri

Menurut edisi pertama tahun 1974, diperbarui oleh jumlah undang -undang pada tahun 2019, kebutuhan untuk mencatat pernikahan untuk memastikan langkah -langkah hukum dan pengakuan. Perubahan dalam undang -undang ini menentukan usia minimum pernikahan. Kedua pihak berusia 19 tahun. Paragraf 2 (1) menjelaskan bahwa kebenaran pernikahan tergantung pada keyakinan masing -masing pihak, tetapi (2) paragraf harus mendengarkan pernikahan secara resmi.

Pernikahan Siri dapat menyebabkan pernikahan Siri dalam hal status hukum, karena pasangan yang menikah dengan Siri tidak memiliki bukti hukum pernikahan sesuai dengan hukum negara. Ini berbahaya bagi istrinya, terutama dalam keturunan atau kehidupan yang berkaitan dengan suaminya yang sudah meninggal.

Karena hukum negara dianggap sebagai anak di luar ruangan, anak -anak yang lahir dari pernikahan Siri dapat rusak. Secara administratif, anak -anak pernikahan Siri tidak dicatat dalam data populasi, dan hanya memiliki status hukum terkait dengan ibu mereka tanpa nama ayah mereka.

Read More : Purna Paskibraka Indonesia Duga Paskibraka 2024 Dilarang Kenakan Hijab

SIR MARRING adalah legal, menurut agama, tetapi tidak terdaftar di Biro Agama (KUA), sehingga pernikahan tidak diakui oleh hukum negara. Oleh karena itu, penting bagi pasangan untuk mencatat pernikahan yang secara resmi diakui oleh Kua. Efek samping

Pernikahan Siri dapat menyebabkan berbagai efek buruk, terutama untuk wanita. Misalnya, jika Anda bercerai, seorang wanita yang menikah di Siri tidak dapat mengklaim hak untuk mendistribusikan aset. Anak -anak yang lahir dalam pernikahan Siri terpapar dengan bahaya diwarisi karena status hukum yang tidak pasti.

Pasangan yang menikahi Siri merekomendasikan agar Anda sepenuhnya memahami risiko dan hasil yang dapat terjadi. Konsultasi dengan para ilmuwan, pakar Islam dan lembaga pemerintah adalah langkah yang wajar untuk memastikan perlindungan hukum yang adil antara pasangan dan anak -anak.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *