Bandar Lampung, Beritasatu.com – Hujan deras, ratusan rumah warga di kawasan Sukarame, Bandar Lampung terendam banjir. Ketinggian air mencapai 30 sentimeter di rumah warga. Banjir di kawasan ini diduga disebabkan kurangnya resapan air dan buruknya sistem drainase.

Read More : Harga Minyak Mentah Naik karena Cuaca Dingin dan Stimulus Ekonomi China

Hujan deras yang mengguyur Kota Bandar Lampung selama 7 jam pada Kamis malam (18/5/4/2024) menyebabkan banjir di sekitar Desa Way Dadi, Kecamatan Sukarame, Bandar Lampung.

Banjir yang terjadi di Desa Way Dadi, Sukarame menyebabkan ratusan rumah warga terendam banjir. Wilayah yang paling terdampak banjir adalah wilayah Jalan Perintis dan Jalan Pembangunan.

Pantauan Beritasatu.com pada Jumat sore (19/4/2024), banjir masih merendam ratusan rumah dan jalan. Ketinggian air mencapai 30 sentimeter hingga 1 meter, merendam rumah dan jalan warga.

Warga yang terdampak banjir kini harus menerima rumah mereka terendam air banjir. Warga lainnya mencoba mencari tahu penyebab banjir dengan memeriksa beberapa saluran drainase.

Banjir yang terjadi kali ini merupakan banjir terparah yang terjadi di sekitar Desa Way Dadi, Sukarame dalam beberapa tahun terakhir.

Diketahui, banjir di kawasan Desa Way Dadi bukan kali pertama terjadi. Kawasan ini sering dilanda banjir, namun banjir sebelumnya hanya merendam jalan dan tidak masuk ke rumah warga.

Ketua RT 08, Nina mengatakan, baru kali ini kawasan Way Dadi mengalami banjir hingga mencapai pemukiman warga.

“Biasanya kalau hujan airnya hanya meluap ke jalan, tidak masuk ke rumah warga,” kata Nina saat ditemui di lokasi banjir, Jumat sore (19/4/2024).

Nina menjelaskan, banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Way Dadi menyebabkan rumah warga terendam air yang tingginya mencapai 30 sentimeter hingga setinggi lutut orang dewasa.

Read More : Polisi Tangkap IS, Mungkinkah Otak Pembunuhan Gadis Penjual Gorengan Pelaku Tunggal?

Akibat banjir yang terjadi hari ini, ratusan rumah warga terendam banjir, kata Nina.

Warga menduga penyebab utama banjir karena sudah tidak ada lagi hutan resapan di Kawasan Hutan Kota Way Halim, Bandar Lampung.

Selain itu, banjir diduga terjadi akibat buruknya sistem drainase sehingga sebagian saluran yang ada sudah tidak mampu lagi menampung debit air yang tinggi.

Muhaidi (55 tahun), warga sekitar, menyayangkan sikap Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung yang kurang peduli terhadap wilayah yang kerap dilanda banjir sehingga tidak ada upaya pencegahan banjir.

“Wilayah Way Dadi sering mengalami banjir, namun sebelumnya belum ada tindakan pencegahan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung,” kata Muhaidi.

Jumat malam ini, ratusan rumah warga di Desa Way Dadi, Sukarame, Bandar Lampung masih terendam banjir.

Warga meminta Pemkot Bandar Lampung memperbaiki sistem drainase yang buruk agar banjir tidak terulang kembali.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *