Madrid, Beritasatu.com – Menteri Pertahanan Spanyol (Menhan) pada Sabtu (25/5/2024) mengatakan perang di Gaza adalah genosida sejati. Pernyataan itu muncul ketika hubungan antara Israel dan Spanyol memburuk menyusul keputusan Madrid yang mengakui negara Palestina.
Read More : Objek Pidana Dinilai Sama, Kejagung Serahkan Kasus Pagar Laut Tangerang ke Bareskrim Polri
Pernyataan Spanyol baru-baru ini bahwa orang-orang Yahudi menjalankan hari Sabat tidak mendapat tanggapan dari Israel.
Israel sebelumnya membantah tuduhan Afrika Selatan melakukan genosida terhadap warga Palestina di Mahkamah Internasional (ICJ). Negara Israel berdalih hanya memerangi kelompok militan Hamas yang menyerang Israel selatan pada 7 Oktober.
Komentar Menteri Pertahanan Spanyol Margarita Robles, dalam wawancara dengan TVE pemerintah, konsisten dengan pandangan Wakil Perdana Menteri Spanyol Yolanda Diaz yang awal pekan ini menggambarkan perang di Gaza sebagai genosida.
“Kita tidak bisa mengabaikan apa yang terjadi di Gaza, yang merupakan genosida sesungguhnya,” kata Robles dalam sebuah wawancara.
Ia juga mengatakan, pengakuan Spanyol terhadap Palestina bukanlah tindakan melawan Israel, melainkan dilakukan untuk membantu mengakhiri kekerasan di Gaza. “Ini tidak melawan siapa pun, tidak melawan negara Israel, bangsa yang kami hormati,” katanya.
Sekitar 36.000 warga Palestina tewas dalam operasi militer Israel di Gaza. Pada 7 Oktober 2023, Israel melancarkan operasi untuk mencoba melenyapkan Hamas setelah militan Palestina menyerang Israel selatan, menewaskan hampir 1.200 orang dan menangkap lebih dari 250 orang.
Read More : BNPT: Radikalisme dan Terorisme Tidak Berkaitan dengan Agama Apa pun
Spanyol, bersama Irlandia dan Norwegia, mengumumkan bahwa mereka akan mengakui negara Palestina pada 28 Mei 2024, sehingga memicu kemarahan di Israel.
Israel mengatakan hal itu adalah anugerah terorisme, dan menarik duta besarnya dari tiga kota tersebut.
Pada Jumat (24/5/2024) hakim di pengadilan tertinggi PBB, ICJ, memerintahkan Israel segera mengakhiri serangan militernya di kota Rafah di Gaza selatan.
Menteri Luar Negeri Spanyol Jose Manuel Alvarez mengatakan pada hari Sabtu bahwa Israel harus mematuhi keputusan pengadilan. “Langkah-langkah pencegahan yang diambil oleh Mahkamah Internasional, termasuk penghentian serangan Israel di Rafah, adalah wajib. Kami ingin penerapannya,” katanya dalam sebuah postingan di situs publik X.