Jakarta, Beritasatu.com – PT Perkebunan Nusantara (PTPN Group) atau Holding Perkebunan Nusantara mencatatkan kenaikan aset sebesar 15,6% pada tahun 2022 hingga 2024. Hingga semester I 2024, aset perusahaan perkebunan pelat merah ini mencapai Rp 152 triliun.
Read More : Pertamina Patra Niaga Gerak Cepat Cek SPBU dari Laporan Konsumen
“Pertumbuhan positif ini terutama disebabkan oleh langkah-langkah transformasi yang fokus pada efisiensi di berbagai bidang dan peningkatan produktivitas,” kata Direktur Utama Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) Mohammad Abdul Ghani di Jakarta, Senin (30/9/2024). . ), lapor Investor Harian.
Pada tahun 2020, aset PTPN Group sebesar Rp131,6 triliun, kemudian meningkat menjadi Rp144,6 triliun pada tahun 2021, dan meningkat menjadi Rp149,2 triliun pada tahun 2022.
Meski aset PTPN Group turun tipis menjadi Rp 143,9 triliun pada tahun 2023, namun terjadi lonjakan signifikan pada paruh pertama tahun 2024 yang asetnya mencapai Rp 152,2 triliun. Pada pertengahan tahun berjalan, indeks aset melampaui capaian tahun lalu. “Hal ini menunjukkan kekuatan dan kemampuan perseroan dalam beradaptasi terhadap tantangan pasar,” ujarnya.
Ia menegaskan, transformasi operasional untuk meningkatkan efisiensi dan inovasi untuk meningkatkan produktivitas menjadi kunci pertumbuhan berkelanjutan. “PTPN terus berinvestasi dalam teknologi dan pengembangan sumber daya manusia untuk memastikan pertumbuhan berkelanjutan,” ujarnya.
Read More : Konsisten Inovasi dan Transformasi Digital, Bank Mandiri Raih ISO 56002 Kitemark
PT Perkebunan Nusantara III (Persero) merupakan badan usaha milik negara yang bergerak di bidang agribisnis, khususnya produksi karet dan kelapa sawit. Perseroan saat ini memiliki saham mayoritas di tiga sub-holding yaitu Palm Co (PTPN IV), Co Penunjang (PTPN I), dan Sugar Co (PT Sinergi Gula Nusantara).