Jakarta, Beritasatu.com – Sekretaris Jenderal BPP Hipmi Anggawira menilai maju pada Pilkada 2024 bisa mendongkrak pertumbuhan ekonomi negara. Ia mengatakan, jika setiap kabupaten/kota memiliki tiga pasangan calon kepala lingkungan (cakada), maka setiap kabupaten akan menggunakan anggaran hingga Rp20 miliar. Dengan demikian, total belanja ekonomi akan mencapai Rp30 triliun.
Read More : Saham Global Melemah Ikuti Penurunan Wall Street dari Rekor Tertinggi
Namun, jika setiap provinsi memiliki minimal dua pasang bupati dengan anggaran masing-masing Rp100 miliar, ia memperkirakan pemakaiannya sekitar Rp6,8 triliun.
“Kurang lebih uang yang beredar di pilkada ini adalah Rp40 triliun. Sekitar 0,5% saja bisa mendongkrak pertumbuhan. Jadi saya melihat mungkin di kuartal IV akan ada peningkatan belanja dan ini akan berdampak pada pertumbuhan.” berbicara. Komentar di Beritasatu.com, Kamis (9 Mei 2024).
Anggawira meyakini Pilkada 2024 akan berdampak pada perekonomian, khususnya bagi pelaku usaha di sektor riil.
Loy mengatakan, “Pilkada pasti akan berdampak langsung terhadap konsumsi. Pasti akan ada aktivitas ekonomi di daerah. Bahkan, hal ini juga akan berdampak pada pertumbuhan pertumbuhan atau konsumsi”.
Ia mengatakan jenis bisnis yang paling sukses adalah event organizer, digital gamer, dan industri kreatif.
“Bagian terkait pilkada lah yang menyelenggarakan acara karena memang banyak acara, lalu industri transportasi juga ada pergerakannya, dan percetakan juga ada. Mungkin tren yang terjadi saat ini juga terkait dengan digitalisasi karena banyak kampanye saat ini juga dilakukan secara digital. Industri kreatif akan kebanjiran order,” kata Anggawira.
Read More : Harga BBM Naik Per 1 Agustus 2024, Pertamina Bilang Begini
Ia mengatakan, dampak positif pilkada juga dirasakan oleh anggota Hipmi di daerah.
Apalagi posisinya sama dengan penerbit lain, pungkas Anggawira. Banyak dari mereka pasti mendapatkan banyak uang melalui proses kompetitif ini.”