Jakarta, Beritasatu.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) di Indonesia hingga Mei 2024 mencapai 5,2 juta. Secara kumulatif, kunjungan wisman meningkat sebesar 23,78% pada Januari-Mei 2024 dibandingkan periode yang sama tahun 2023.  

Read More : 9 Hal yang Harus Milenial dan Gen Z Pahami Sebelum Beli Asuransi

Plt Sekretaris Utama BPS Imam Machdi mengatakan, peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara terutama terjadi di pintu gerbang Bandara Ngurah Rai (Bali) dan Bandara Soekarno-Hatta (Banten) yang masing-masing meningkat sebesar 27,74% dan naik 35%. . Kinerja ini melampaui jumlah kunjungan pada Januari hingga Mei 2020 (saat awal pandemi Covid-19) yang hanya sebesar 2,97 juta kunjungan.

“Pada Mei 2024, jumlah kunjungan wisman mencapai 5,2 juta kunjungan atau meningkat 23,78% dibandingkan periode yang sama tahun 2023. Total kunjungan wisman pada lima bulan pertama tahun 2024 merupakan yang tertinggi dalam empat bulan terakhir. tahun sejak 2020,” kata Imam saat jumpa pers di kantor BPS, Jakarta, Senin (1/7/2024).

Sementara itu, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 1,15 juta pada Mei 2024, naik 7,36% dibandingkan bulan ke bulan (mtm) April 2024 dan naik 20,11% dibandingkan bulan yang sama tahun 2023 (yoy). Wisman yang berkunjung ke Indonesia pada Mei 2024 didominasi oleh wisman asal Malaysia (17,47%), Australia (11,98%) dan Singapura (9,69%). “Jika dilihat dari rata-rata lama menginap pada Mei 2024, wisatawan mancanegara, termasuk wisatawan lintas negara, akan menghabiskan waktu di Indonesia sekitar 7,51 malam,” ujarnya.

Berdasarkan jenis pintu masuknya, jumlah kunjungan wisman melalui pintu masuk utama pada Mei 2024 sebanyak 987.700 kunjungan dan pintu masuk perbatasan sebanyak 157.800 kunjungan. Jumlah kunjungan dari gerbang utama didominasi oleh wisman yang menggunakan angkutan udara dengan kontribusi sebesar 84,61%, sedangkan wisman yang menggunakan angkutan laut dan darat masing-masing hanya menyumbang 12,95% dan 2,43%.

Read More : Harga Minyak Mentah Naik pada Awal 2025 Didorong Optimisme Ekonomi China

Ia menyebutkan, tingkat hunian kamar (TPK) hotel berbintang mencapai 54,03% pada Mei 2024, naik 5,01 poin secara year-on-year dan mencapai 6,89 poin (mtm). Sejalan dengan TPK hotel berbintang, TPK hotel non bintang pada Mei 2024 mencapai 27,11%, naik 2,87 poin (yoy), dan meningkat 0,90 poin (mtm). Sedangkan rata-rata lama menginap pelanggan hotel berbintang tidak mengalami perubahan dibandingkan Mei 2023 yaitu 1,62 malam.

Peringkat bintang TPK tertinggi diraih di Kalimantan Timur sebesar 69,6% didorong oleh terselenggaranya acara berskala nasional yaitu persiapan Rakernas Apeksi dan Expo Kesehatan Balikpapan, pungkas Imam.  

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *