Jakarta, Beritasatu.com – Sekelompok ilmuwan berhasil menghidupkan kembali pohon misterius bernama Sheba. Pohon itu istimewa karena berumur 1.000 tahun dan disebutkan dalam Alkitab.
Read More : Pemudik Motor Ramaikan Jalanan dengan Tulisan Lucu dan Menyentuh
Dikutip dari Independent, Rabu (25/9/2024), pohon tersebut berhasil dihidupkan kembali dengan menggunakan bibit pohon yang ditemukan pada tahun 1980-an. Saat itu, para arkeolog belum mampu mengidentifikasi bibit pohon yang ditemukan di gurun Yudea, Yerusalem.
“Sekarang, mereka menghidupkannya kembali, sebuah keajaiban tersendiri, tapi ternyata pohon ini bisa disebutkan dalam Alkitab,” jelas Independent.
Para peneliti menduga pohon sheba adalah nama lain dari Balsam Yudea yang tumbuh di wilayah gurun pada zaman Alkitab. Kayu balsam Yudea banyak dijelaskan dalam literatur dari periode Helenistik, Romawi-Bizantium, dan pascaklasik antara abad ke-4 SM hingga abad ke-8 Masehi.
Damar pohon ini, yang disebut “tsori” dalam teks-teks Alkitab, sangat dihargai di dunia kuno. Bahkan getah pohon yang dihasilkan diekspor ke seluruh wilayah Kekaisaran Romawi. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa resin ini digunakan sebagai bahan pewangi, dupa, sebagai obat katarak, serta sebagai pembalseman dan sebagai obat.
Meski bernilai tinggi, Balsam Yudea diyakini telah menghilang dari wilayah Levant pada abad ke-9. Namun, penelitian DNA baru-baru ini menunjukkan bahwa pohon Sheba mungkin telah digunakan pada zaman Alkitab sebagai batang bawah tempat tumbuhnya Balsam Yudea yang terkenal.
Read More : Banjir Parah, Pemkot Malang Bongkar Bangunan di Atas Saluran Air
Kini benih itu menjadi pohon. Untung bunga dan buahnya belum keluar. Peneliti berharap di masa depan pohon sheba dapat dibandingkan dengan spesies kerabat modern. Mereka berpendapat bahwa lingkungan tempat pohon ini tumbuh mungkin tidak mendukung pembungaan dan reproduksinya.
“Meskipun terdapat keterbatasan, perkecambahan biji Commiphora kuno dari Gurun Yudea memberikan bukti keberadaan pertama kali di wilayah tersebut sekitar 1.000 tahun yang lalu dan kemungkinan masuknya pohon atau semak asli yang resin berharganya ‘tsori’ dikaitkan dengan penggunaan obat. Alkitab,” kata para peneliti.