Jakarta, Beritasatu.com – Seorang pengemudi Whoosh asal Indonesia berhasil mengoperasikan kereta berkecepatan tinggi Whoosh dengan kecepatan 350 km per jam. Tak hanya sekadar mengikuti saja, pengemudi Indonesia mengoperasikan sepenuhnya kereta berkecepatan tinggi Whoosh dalam kondisi wisata tanpa penumpang dan bantuan guru.

Read More : Diperiksa 6 Jam, Benny Rhamdani Jawab 22 Pertanyaan Terkait Sosok Inisial T Pengendali Judi Online

Sekretaris Jenderal KCIC Eva Chairunisa mengatakan keberhasilan uji coba ini merupakan langkah penting yang menandai kesiapan Indonesia untuk mengelola dan mengoperasikan sendiri teknologi kereta api berkecepatan tinggi.

“Periode ini menunjukkan kemajuan yang signifikan dalam pengembangan SDM Indonesia di bidang perkeretaapian. Pekerjaan penting ini menjadi bukti bahwa proses transfer ilmu dari tenaga profesional Tiongkok ke SDM Indonesia berjalan dengan baik dan lancar,” kata Eva, Senin (29). /7/2024).

Sebanyak 39 dari 72 masinis Indonesia memasuki proses pelatihan kerja tahap kedua. Pada tahap pertama, para masinis Whoosh Indonesia mengamati prinsip kerja mesin profesional.

Eva mengatakan, memasuki tahap kedua, pengemudi Indonesia akan mulai bekerja Whoosh saat turun di Depo Tegalluar, kereta atau kereta bergaransi beroperasi sebelum jam pertama perjalanan dari Halim-Tegalluar PP, dan kereta inspeksi atau kereta inspeksi penuh (CIT) Halim. -Tegalluar PP dengan kecepatan 350 km per jam.

Sebelum memasuki tingkat ketiga atau mengemudikan kereta penumpang dengan bantuan, pengemudi Indonesia juga harus mengikuti tes sebagai bukti kompetensinya bahwa mereka dapat menggunakan berbagai SOP untuk membuat dan menangani Whoosh dalam situasi darurat.

Menurut Eva, selain prestasi yang diraih operator Indonesia, kini 40 dari 78 pekerja maintenance Whoosh juga sudah memulai on the job training tingkat ketiga. Setelah Anda melalui proses langkah pertama, lakukan observasi dan langkah kedua yang membantu proses maintenance aplikasi Whoosh setiap hari.

Read More : Saham Teknologi Indonesia Akan Bersinar Semester II 2024

“Pada pelatihan kerja tahap ketiga, proses pengobatan mulai bekerja mandiri dengan pengawasan,” kata Eva.

Eva juga menjelaskan, total ada 600 pekerja lokal di berbagai bidang yang menjalani proses transfer ilmu di berbagai bidang seperti mekanik, pemeliharaan peralatan, pemeliharaan infrastruktur, pelayanan kereta api dan lain-lain.

Kedepannya, lanjut Eva, proses transfer ilmu akan terus dilakukan dengan sumber daya manusia lainnya. KCIC akan meningkatkan program pelatihan dan transfer pengetahuan untuk memastikan seluruh aspek pengoperasian dan pemeliharaan kereta api kecepatan tinggi dapat dilakukan secara mandiri oleh staf lokal.

“Pencapaian ini merupakan bukti nyata komitmen KCIC terhadap pengembangan sumber daya manusia lokal dan menjamin keberhasilan proyek kereta kecepatan tinggi Whoosh di Indonesia. “Kami bertekad untuk terus memberikan layanan kereta api kecepatan tinggi yang aman, nyaman, dan andal kepada seluruh masyarakat Indonesia,” tutup Eva. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *