Jakarta, Beritasatu.com – Fakta mengejutkan terungkap. Ratusan aplikasi di App Store terbukti berbahaya bagi anak-anak. Namun aplikasi ini termasuk dalam kategori aman dan dinilai cocok digunakan oleh anak usia 4 hingga 12 tahun.

Read More : Peneliti Nilai Ancaman Tarif 60 Persen AS ke China Untungkan Indonesia

Engadget mengungkapkan Selasa (24/12/2024) bahwa lebih dari 200 aplikasi yang dianggap aman untuk anak-anak ternyata mengandung konten yang tidak pantas.

Beberapa aplikasi tersebut antara lain, aplikasi chatting dengan orang asing dan aplikasi kecerdasan buatan untuk pacar, serta aplikasi game yang berisi perintah dan gambar seksual atau kekerasan.

Kelompok pakar kesehatan anak, Heat Initiative, dan Parents Together Action bekerja sama dengan peneliti untuk meninjau sebanyak mungkin aplikasi di App Store dalam periode 24 jam. Temuan penelitian: Aplikasi App Store berbahaya bagi anak-anak

Penelitian ini berfokus pada aplikasi dengan peringkat usia antara 4 tahun, 9 tahun, dan 12 tahun dalam kategori risiko seperti chat, kecantikan, diet, akses internet tanpa batas, dan game. Diketahui, dari total 800 lamaran yang ditinjau, 200 lamaran dinilai melanggar norma usia.

Di antara aplikasi di App Store yang berbahaya bagi anak-anak adalah konten mendetail, 24 game seks, 9 aplikasi obrolan eksotik, 40 aplikasi untuk akses Internet tanpa filter, 75 aplikasi terkait citra tubuh dan penurunan berat badan, serta 28 game menembak dan kriminal.

Read More : Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Banten Malam Ini

Laporan tersebut menunjukkan bahwa aplikasi bermasalah tersebut telah diunduh lebih dari 550 juta kali. Sistem penilaian yang salah sangat berbahaya dan dapat menimbulkan dampak yang luas bagi pengguna.

Heat Initiative dan Parents Together Action mendesak Apple untuk memperbaiki aplikasi App Store yang menimbulkan risiko bagi anak-anak dan menerapkan langkah-langkah keamanan di App Store, termasuk menggunakan pengulas pihak ketiga untuk memverifikasi peringkat usia dan membuat proses pemeringkatan lebih transparan bagi konsumen. adalah

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *