JAKARTA, Beritasatu.com – Kolesterol tinggi merupakan suatu kondisi dimana terdapat terlalu banyak lemak (lipid) di dalam darah. Kondisi ini disebut juga dengan hiperlipidemia atau hiperkolesterolemia.
Read More : Nasib Buruk Pabrikan Otomotif Jerman pada Masa Kepemimpinan Trump
Kolesterol tinggi seringkali tidak menimbulkan gejala. Jadi lakukan tes darah secara teratur untuk memeriksa kadar kolesterol Anda. Mengelola kolesterol tinggi biasanya memerlukan perubahan gaya hidup, termasuk mengonsumsi makanan sehat, berolahraga, dan terkadang menggunakan obat penurun kolesterol yang direkomendasikan oleh dokter.
Untuk mencegah kolesterol tinggi, Anda bisa mempelajari berbagai penyebabnya, antara lain:
1. Merokok Merokok dapat merusak dinding pembuluh darah. Kerusakan ini memudahkan pembuluh darah menumpuk kolesterol. Selain itu, merokok juga dapat menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) dalam darah. HDL mengangkut kolesterol dari arteri ke hati dan membantu menghilangkannya dari tubuh. Merokok mengurangi kemampuan tubuh Anda untuk mengelola kolesterol, sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.
2. Stres Stres juga dapat menyebabkan perubahan hormonal dalam tubuh sehingga dapat meningkatkan produksi kolesterol. Saat stres, banyak orang mencari pertolongan dengan mengonsumsi makanan tidak sehat, seperti makanan tinggi lemak jenuh atau lemak trans. Jenis makanan ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah sehingga memperburuk kesehatan Anda.
3. Kurangi pergerakan Aktivitas fisik seperti olahraga aerobik dapat membantu meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL). Jika Anda memiliki pekerjaan yang mengharuskan Anda duduk sepanjang hari atau tidak banyak bergerak di waktu luang, berarti tubuh Anda tidak memproduksi cukup HDL. Kolesterol baik ini penting karena membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah.
4. Kegemukan Jika Anda kelebihan berat badan atau obesitas, kadar kolesterol jahat (LDL) dan trigliserida Anda cenderung tinggi. Di sisi lain, kadar kolesterol baik (HDL) cenderung menurun. Tingkat LDL yang tinggi dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri Anda, meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Read More : Daftar Harga Mobil Listrik 2024 di Indonesia, Ini yang Paling Murah
5. Pola makan tidak sehat Mengonsumsi makanan tinggi lemak, terutama lemak jenuh dan trans, dapat meningkatkan kadar kolesterol darah. Lemak jenuh ditemukan pada daging merah, produk susu murni, dan makanan olahan. Mengonsumsi terlalu banyak lemak jenuh dapat menurunkan kemampuan hati dalam membuang kolesterol dari darah, sehingga dapat menyebabkan penumpukan kolesterol dan meningkatkan risiko penyakit jantung.
6. Duduk dalam waktu lama Duduk dalam waktu lama berdampak buruk bagi kesehatan. Kondisi ini dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas, penyakit jantung, dan kolesterol tinggi. Terlalu banyak duduk mengurangi enzim yang mengubah kolesterol jahat (LDL) menjadi kolesterol baik (HDL) hingga 95%. Jadi luangkan waktu Anda dan cobalah melakukan gerakan kecil.
7. Konsumsi kopi berlebihan Kebiasaan konsumsi kopi berlebihan bisa berdampak buruk pada kolesterol. Kopi tanpa filter, seperti espresso, mengandung senyawa berminyak yang disebut diterpen. Diterpen ini dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Jadi jika Anda banyak minum kopi, pertimbangkan untuk mengurangi asupannya atau beralih ke kopi saring.
8. Konsumsi alkohol berlebihan Minum alkohol dalam jumlah berlebihan dapat meningkatkan kadar kolesterol total dan trigliserida. Konsumsi alkohol berlebihan juga dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) yang dapat menyebabkan penumpukan plak di dinding arteri dan meningkatkan risiko aterosklerosis. Untuk menjaga kadar kolesterol Anda tetap sehat, batasi minum Anda dan pilih minuman yang lebih sehat.