Jakarta, Beritasatu.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto mengunjungi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa (20/08/2024). Dia diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) (Kemenhub) Kementerian Perhubungan.

Read More : Penampakan TPPU SYL dari Mitsubishi Pajero, Mercy, Suzuki Jimny hingga Honda ADV

Berdasarkan pantauan, Hasto berbaju hitam tiba di Gedung Merah Putih KPK Jakarta sekitar pukul 10.00 WIB. 

Oleh karena itu, seperti yang saya sampaikan Kamis lalu, saya datang hari ini untuk memenuhi undangan KPK untuk memberikan informasi yang benar, kata Hasto saat tiba.

Hasto menegaskan, kedatangannya di KPK sebagai warga negara yang taat hukum dilandasi niat baik. Ia mengaku siap memberikan keterangan lebih lanjut kepada penyidik ​​KPK.

Oleh karena itu saya datang sebagai warga negara yang mempunyai kewajiban di hadapan hukum, beritikad baik, dan sikap saya tidak tanggung-tanggung. Sikap saya adalah memberikan informasi yang sebaik-baiknya, kata Hasto.

Hasto diketahui menjelaskan somasinya terkait kasus DJKA saat mendatangi KPK pekan lalu. Undangan tersebut disebut-sebut terkait dengan Pilpres 2019. Hasto menjabat sebagai Sekretaris Tim Pemenangan Jokowi, Maruf Amin. 

Informasi dari Adi Darmo, dia adalah Kepala Sekretariat Kantor Jokowi-KH Mar’ruf Amin untuk Pemilu 2019. Saat itu, ada rumah aspirasi berdasarkan keterangan Ketua DPR. perusahaan, tim kampanye, itu dilakukan dengan gotong royong dan kemudian ada pihak yang Anda bantu, ”kata Hasto, Kamis, di Gedung KPK, Jakarta. (15/8/2024).

Hasto mengatakan, ada tokoh yang turut membantu saat itu. Namun belakangan diketahui, sosok tersebut kini ditetapkan sebagai tersangka. Nomor Hasto terekam di telepon genggam (HP) tersangka.

Read More : Kasus Polisi Peras Penonton di DWP 2024, 2 Anggota Polda Metro Jaya Kena Demosi 5 Tahun

“Kemudian ternyata ada indikasi orang yang menolongnya kemudian menjadi tersangka. “Dia punya nomor telepon saya di ponselnya yang dikirimkan oleh kakak saya Adi Darmo,” kata Hasto.

Hasto mengaku belum mengetahui nilai uang yang dibagikan tersangka. Ia pun mengaku tak ada hubungannya dengan kasus yang sedang diproses di KPK.

“Saya tidak ingat, karena seluruh pengelolaan donasi menjadi tanggung jawab bendahara,” kata Hasto.

Sementara itu, Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkapkan salah satu materi yang ingin dikonfirmasi Hasto adalah dugaan aliran uang dalam kasus tersebut. Dana terkait kasus ini diduga mengalir ke tim pemenangan Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019.

“Terkait masalah pergerakan uang. Terkait dengan Pak HK (Hasto Kristiyanto). Itu sebenarnya ada di dalam materi. Nanti kita tanyakan. Terima kasih atas informasinya, kami menanyakan dari mana uang itu berasal, kata Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur, Jumat (16/08/2024).

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *