Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Gerindra Hashim Jojohadikusumo mengatakan, program luar biasa yang diusung Prabowo-Gibran, yakni pangan tanpa gizi, tidak hanya makan siang, tapi juga sarapan pagi.

Read More : Data Perkara Gugatan Perceraian Ruben Onsu dan Sarwendah Bisa Diakses Publik, Ini Fakta-faktanya

Program makan gratis sudah termasuk sarapan dan makan siang untuk 82 juta masyarakat Indonesia, kata Hashim dalam sambutannya pada acara konsultasi nasional di gedung LPP RRI, Jakarta Pusat, Sabtu (8/3/2024).

Hashim menegaskan, Prabowo mengubah program makan siang gratis menjadi sarapan bergizi gratis. Dijelaskannya lagi agar tidak menimbulkan keributan di masyarakat.

Hashim juga menyampaikan data Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan yang menunjukkan banyaknya siswa yang tidak sarapan sebelum berangkat sekolah. Tercatat 18 juta anak bersekolah dalam keadaan perut kosong.

“Itu berarti 41 persen siswa yang menurut pemerintah berangkat sekolah tanpa sarapan pagi,” imbuhnya.

Sementara itu, terdapat 30 juta anak prasekolah yang diyakini menghadapi masalah yang sama dengan generasi di atasnya. Hasyim curiga jika kakaknya tidak sarapan, maka adiknya juga tidak akan makan.

Read More : Dua Kali Berturutan, Jonatan Christie Tersingkir di Babak 32 Besar

Diperkirakan ada lebih dari 30 juta anak yang tidak mendapat sarapan atau makan siang sehingga mengalami kejang. Hashim menyebut situasi ini paradoks karena Indonesia punya sumber daya alam yang melimpah, namun masyarakatnya kekurangan.

Menurut Hashim, junk food menjadi jawaban atau solusi permasalahan stunting di masyarakat. Nantinya, 82 juta orang akan mendapat makanan gratis yang dikelola oleh Prabowo-Gibran.

“Ini adalah investasi untuk anak-anak kita, untuk masa depan Indonesia,” kata Bapak Hashim Toth.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *