Lampung Barat, Beritasatu.com – Setelah berbulan-bulan berburu, harimau sumatera yang menyerang warga Lampung Barat berhasil ditangkap. Harimau sumatera ditangkap tim dengan menggunakan kandang yang dipasang di beberapa lokasi.

Read More : Antony Cetak Gol Lagi untuk Betis, Selebrasinya Ungkap Pesan Spiritual

Upaya penangkapan harimau sumatera yang menjangkit warga Kecamatan Bandar Negeri Soh, Lamping Barat sudah berakhir.

Harimau tersebut, yang membunuh dan melukai serius beberapa penduduk desa, ditangkap setelah tiga bulan upaya.

Harimau sumatera itu ditangkap sekitar pukul 04.30 WIB pada Rabu (22/5/2024) setelah masuk ke dalam alat yang dipasang di kebun warga di Desa Tembalang, Kecamatan Bandar Negeri Soh, Lamping Barat.

Selain memangsa manusia, harimau sumatera juga memakan hewan ternak warga desa. Setelah ditangkap, perangkap harimau sumatera ditutup dengan terpal agar tidak menjerit.

Cara memindahkan perangkat itu penting. Banyak orang mengangkat jebakan tersebut. Lokasinya yang berada di dalam perkebunan dan naik turunnya perbukitan membuat pelepasan jebakan membutuhkan waktu yang lama.

Pelepasan perangkap harimau ini melibatkan warga sekitar dan petugas gabungan TNI, Polri, Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) dan instansi terkait.

Diketahui, satwa dilindungi bernama latin panthera tigris sumatrae itu menyerang empat warga, dua di antaranya meninggal dunia.

Satu orang lolos dari serangan harimau, sementara seorang warga lainnya dirawat di rumah sakit karena luka serius.

Orang pertama yang meninggal akibat serangan harimau sumatera adalah Gunnarso (47 tahun). Almarhum ditemukan Jumat malam kemarin (9/2/2024) dalam kondisi kritis.

Korban kedua adalah Sohri bin Sprak (28). Almarhum ditemukan dalam kondisi kritis. Pada Rabu (21/2/2024), korban diserang harimau saat sedang melakukan pekerjaan di kebun.

Tak hanya memangsa manusia, Harimau Sumatera juga kerap memakan hewan peliharaan seperti kambing dan ayam.

Read More : Joni si Bocah Merah Putih Akhirnya Lanjut Ikut Seleksi TNI AD

Direktur Codem 0422 West Lamping, Lt. Kol. Infanteri Rinto Vijaya, setelah memasang beberapa jebakan di beberapa tempat, mereka berhasil dikeluarkan sesuai hasil pencarian dan penggeledahan.

Alhamdulillah hari ini kelompok aksi gabungan menyelesaikan konflik satwa khususnya Harimau Sumatera di Soh dan kami serahkan ke TNBBS, kata Letkol Inf Rinto Wijaya di Harimau.

Letkol Inf Rinto Wijaya mengungkapkan, satgas bekerja sekitar 3 bulan untuk menangkap harimau yang diduga hasil perburuan tersebut.

โ€œSatgas sudah bekerja selama tiga bulan dan berhasil menangkap mereka. Rencananya mereka akan dibawa ke Sukharaja yang di sana terdapat shelter harimau,โ€ kata Ketua Satgas Konflik Satwa Liar.

Satgas terus melakukan identifikasi harimau sumatera bekerja sama dengan pihak terkait untuk mengetahui apakah harimau tersebut menyerang warga desa atau tidak, tambah Rintu Vijaya.

โ€œSaat ini kami skeptis, karena butuh informasi lebih lanjut, tapi lokasi mangsanya benar. Kemarin harimau sedang mengejar manusia,โ€ kata Rinto Vijaya.

Setelah dilepasliarkan dengan kendaraan, Harimau Sumatera diserahkan ke Balai TNBBS.

Rencananya harimau sumatera akan dibawa ke sayap konservasi pusat TNBBS setempat di Kecamatan Sukarja Kabupaten Tangams untuk konservasi lebih lanjut.

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *