Mamas, Beritasatu.com- I di Pusat Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, sekolah masih cukup, di satu tanah.

Read More : Jadi Trending Topic, Ini Asal Muasal Nama Mulyono

Misalnya, Sekolah Menengah Malangka 6 (SMP), yang terletak di Calbato Hamlet, KFAR Earl Timor, Area Bondo Melungk, Mamas Regans, Solui Barat (Solver), keadaan gedung sekolah adalah menakutkan.

Bangunan sekolah menengah terlihat dari bahan kayu dengan satu bambu dan dinding dinding tenunan, diketahui tentang 32 siswa dan 12 guru untuk menghormati pengguna setiap hari.

Selain itu, bangunan sekolah dibagi menjadi tiga kepala curah untuk kelas tujuh dan 9 hanya di lantai dasar dan atap seng bebas langit -langit. Hujan mulai hancur, jadi sangat khawatir dan mengancam kegiatan mengajar dan belajar. Ketika musim hujan tiba, kelas kelas akan berlumpur dan berlumpur.

Di kelas tidak ada fasilitas yang hampir tidak cukup, papan terbuat dari elaborasi dan Elaser Blackboard hanya menggunakan siswa buatan tangan.

2025 National Education Day adalah pengingat yang tidak sepenuhnya didistribusikan di Indonesia, seperti yang terjadi di SMP Negeri 6 Buntu Malangka didirikan pada tahun 2020 dan tidak menerima renovasi dari pemerintah.

Kepala sekolah utama Sekolah Umum Bumal 6, Handriani (56), mengatakan bahwa kondisi gedung sekolah ini tidak dimungkinkan sejak didirikan pada tahun 2020 untuk pertama kalinya.

Read More : 9 Cara Mengatasi Masalah Masuk Angin

“Selama enam tahun, itu adalah kelas panjang dari SMP 2 Bumal.

Handriani berharap bahwa sekolahnya akan mendapatkan perhatian pemerintah sehingga ia bisa menjadi sekolah dengan bangunan yang masuk akal dan memadai.

“Ya, saat ini Hari Pendidikan Nasional 2025 ini, kami berharap pemerintah yang relevan dapat membantu kami, terutama dalam menyediakan fasilitas yang memadai, karena banyak anak akan meninggalkan sekolah karena kasus dan kondisi seperti itu,” katanya. 

Kiriman serupa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *