JAKARTA, Beritasatu.com – Kegiatan Car Free Day (CFD) dalam rangka memperingati Hari Kartini pada Minggu (21/4/2024). Pada momen ini, komunitas Kebaya Wanita Indonesia (PBI) dan komunitas Kebaya Menari berkumpul untuk mengaktifkan CFD dengan mengenakan baju kebaya.
Read More : Mayoritas Pemain Timnas Indonesia U-17 Berasal dari EPA Liga 1
Kedua komunitas tersebut menggelar pawai kabaya dari halaman depan gedung Sarina menuju Bundaran HI lalu ke Sarina. Ratusan orang yang mengenakan kabaya dan batik menari dan bernyanyi dengan gaya lokal.
“Kartini adalah sosok perempuan di Indonesia yang sudah lama memperjuangkan kesetaraan gender, sehingga kami sebagai perempuan sangat mengapresiasinya. Maka hari ini kami merayakannya dengan kebaya di CFD,” ujar Ketua Umum Women in Dress Indonesia ini. , Rahmi Hidayati Minggu (21/4/2024) kepada Beritasatu .com.
Berbagai komunitas yang menggarap isu perempuan dan budaya seperti Komunitas Mama Cinta Kebaya & Batik, Masyarakat Wanita Cantik Modest, Kebaya & Pelindung Budaya dan Komunitas Blanconde ikut serta dalam kegiatan ini.
“Kami bekerja sama dengan generasi muda masyarakat untuk menggalakkan keberlangsungan kabaya karena mereka mempunyai peran di masa depan untuk melestarikan pakaian nasional ini,” ujarnya.
Rahmi menjelaskan, Hari Kartini harus menjadi motivasi bagi masyarakat, khususnya perempuan, untuk menjaga kabayan. Baginya, memakai kabaya dalam kehidupan sehari-hari sudah seharusnya menjadi kebiasaan banyak orang dan menjadi hal yang lumrah di masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda.
Read More : 6 Negara Panaskan Kejuaraan Internasional Pari Sakti Water Polo
“Kami kini berupaya untuk pindah ke sekolah dan kampus untuk kegiatan sekolah. Hal ini untuk melestarikan dan mengenalkan kembali kepada generasi muda. Harapannya dengan memakai baju kabayan, kabayan menjadi populer di kalangan pemuda,” ujarnya. .
Pada perayaan Hari Kartini ini, Rahmi juga berharap perempuan selalu mendapat kesempatan yang sama dalam bekerja karena laki-laki dan perempuan memiliki kebebasan.
“Sedangkan bagi perempuan, saya sangat berharap perempuan di Indonesia mempunyai kemampuan untuk mandiri secara finansial dan mandiri dalam pendidikan. Kita mempunyai kesempatan yang sama untuk bekerja dan belajar. Kita harus menjadi perempuan yang pintar dan cerdas,” ujarnya.