Jakarta, Beritasatu.com – Hari Kanker Paru-Paru Sedunia merupakan kesempatan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang bahaya kanker paru-paru, salah satu jenis kanker paling mematikan di dunia.
Read More : Praktisi Telematika Sebut Ada Tanda Tertentu pada Tubuh Mirip Azizah Salsha dalam Video Syur
Dengan data yang akurat, diharapkan angka kematian bisa menurun dan masyarakat semakin sadar akan pentingnya skrining secara berkala. Hal ini terutama berlaku bagi individu berisiko tinggi, seperti mereka yang merokok atau memiliki riwayat keluarga menderita kanker paru-paru.
Hari Kanker Paru-Paru Sedunia bertujuan untuk membuat masyarakat lebih sadar dan lebih menjaga diri mereka sendiri. Lalu apa saja tanda-tanda awal kanker paru-paru? Berikut kutipan dari WebMD, Kamis (1/7/2024).
1. Batuk kronis Batuk yang tidak kunjung reda dan semakin sering, apalagi jika disertai darah, bisa menjadi pertanda adanya masalah serius pada sistem pernapasan yang perlu mendapat perhatian medis kembali. Batuk kronis bisa menjadi pertanda penyakit seperti TBC atau bahkan kanker paru-paru.
2. Perubahan suara: Suara yang keras atau berubah-ubah tanpa sebab dapat menandakan adanya masalah pada pita suara atau penyakit pada saluran pernapasan bagian atas. Diperlukan lebih banyak penelitian untuk menyelidiki penyebabnya, terutama jika perubahan volume terus berlanjut dalam jangka waktu yang lama.
3. Sesak napas Merasa sesak napas atau sesak napas meski saat bekerja ringan bisa jadi merupakan tanda adanya gangguan pada paru-paru atau jantung. Hal ini perlu segera ditangani karena dapat mengindikasikan kondisi yang lebih serius seperti serangan jantung atau penyakit paru obstruktif kronik (PPOK).
4. Sakit jantung atau rasa tidak nyaman pada jantung yang tidak berhubungan dengan penyakit lain seperti penyakit jantung atau masalah pada organ jantung lainnya sebaiknya diperiksakan lebih lanjut untuk menyingkirkan kemungkinan adanya kondisi yang serius.
5. Kelelahan Merasa lelah atau lemah tanpa sebab bisa menjadi gejala dari berbagai kondisi, termasuk penyakit kronis, penyakit autoimun, atau bahkan kanker. Pemeriksaan kesehatan diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Read More : Cetak Rekor, Kementan: Serapan Gabah Awal Tahun Tembus 390.000 Ton
6. Penurunan berat badan yang tidak terduga tanpa perubahan pola makan atau olahraga dapat mengindikasikan adanya masalah kesehatan yang harus segera didiagnosis, termasuk kemungkinan kanker atau kelainan pola makan.
7. Infeksi pernafasan yang disebabkan oleh infeksi pernafasan berulang, seperti bronkitis atau pneumonia, dapat menjadi tanda melemahnya sistem kekebalan tubuh atau kondisi kronis lainnya yang memerlukan penanganan yang tepat.
8. Pembengkakan pada wajah atau leher Pembengkakan yang tidak normal pada wajah atau leher dapat mengindikasikan adanya masalah medis seperti infeksi, penyakit autoimun, atau penyakit kelenjar seperti pembesaran kelenjar tiroid. Diperlukan pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebabnya.
9. Sakit kepala yang terus-menerus atau berulang dapat merupakan gejala dari berbagai kondisi, termasuk tekanan darah tinggi, masalah neurologis, atau bahkan tumor otak. Saran medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
10. Masalah tulang Nyeri atau kelemahan pada tulang yang tidak dapat dijelaskan oleh cedera atau kejadian lain memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menyingkirkan kemungkinan adanya osteoporosis, arthritis, atau bahkan osteoporosis.