Jakarta, Beritasatu.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan menerima Paus Fransiskus, pemimpin Gereja Katolik dan kepala Negara Vatikan, dalam kunjungan kenegaraan di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (9 April 2024). ).
Read More : Menteri LHK: Kebakaran Hutan dan Deforestasi Menurun Signifikan dalam 10 Tahun Terakhir
Presiden akan menerima kunjungan Yang Mulia Paus Fransiskus di Istana Merdeka pada pukul 09.30 WIB, kata Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana kepada wartawan, Selasa (3 Maret 2024).
Kunjungan silaturahmi ini diawali dengan upacara penyambutan di halaman Istana Merdeka. Kemudian Paus Fransiskus akan berpidato di hadapan pertemuan umat beriman, pejabat pemerintah, masyarakat sipil dan korps diplomatik.
Kemudian, pada pukul 11.30, Paus Fransiskus akan bertemu dengan anggota Serikat Yesus di Kedutaan Besar Vatikan di Jakarta. Jesuit adalah ordo keagamaan Katolik Roma yang bergerak di bidang pendidikan, misi, dan filantropi.
Sore harinya, sekitar pukul 16.30 WIB, Paus akan menggelar pertemuan dengan para uskup, diakon, imam, seminaris, katekis, dan pendeta di Gereja Katedral Santa Maria Diangkat ke Surga di Jakarta. Paus bertemu pemuda dari Scholas Occurrence di Graha Pemuda Senayan Youth Center.
Read More : Projo Dukung Jokowi Masuk DPA Prabowo-Gibran atau Pimpin Partai Politik
Keesokan harinya, Kamis (9 Mei 2024), Paus Fransiskus bertemu dengan para pemimpin agama lainnya dalam pertemuan lintas agama di Masjid Istiqlal. Paus juga akan memimpin misa di Stadion Utama Gelora Bang Karno (SUGBK). Puluhan ribu umat Katolik dari seluruh Indonesia diperkirakan akan menghadiri misa yang dimulai pukul 17.00 WIB tersebut.
Usai kunjungannya ke Indonesia, Paus Fransiskus akan melanjutkan perjalanannya ke Timor Leste, Papua Nugini, dan Singapura. Memenuhi misi persaudaraan dan kemanusiaan, Paus berupaya meredam konflik antar umat beragama.