Jakarta, Beritasatu.com – Komisi X KHD pada Selasa (21/5/2024) mengundang Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim. Panggilan tersebut guna membahas kenaikan Uang Kuliah Seragam (UTF) di beberapa perguruan tinggi negeri (PTN).
Read More : Puluhan Delegasi Negara-negara Sahabat Hadiri Pelantikan Presiden
Benar (Nadiem diundang hari ini). 10.00 WIB,” kata Ketua Komite X KHDR Saiful Hooda kepada wartawan, Selasa (21/05/2025).
Perdebatan penyaluran UKT menjadi topik hangat belakangan ini. Aksi unjuk rasa yang dilakukan beberapa mahasiswa dilakukan di berbagai PTN di Indonesia sebagai bentuk protes terhadap kebangkitan UKT.
Sebelumnya, Badan Eksekutif Mahasiswa Persatuan Seluruh Indonesia (BEM SI) bertemu dengan tim X KHDR pada Kamis (16/5/2024). BEM SI memperkirakan kenaikan UKT tidak lepas dari standar seragam Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 2 Tahun 2024 untuk biaya operasional pendidikan tinggi pada perguruan tinggi negeri di bawah Kementerian Kebudayaan. , Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Wakil ketua panitia mengatakan, Partai KHDR akan segera membentuk panitia kerja (panja) untuk membahas perselisihan tersebut.
“Menurut kami, hal ini tidak masuk akal sehingga kami memandang perlu adanya pembahasan bersama. Rencananya kami akan mengundang Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan KHDR akan segera membentuk panitia kerja pendanaan pendidikan. Dede Yusufuf akan ditemui pada Kamis (16/5/2024), Senayan, Kompleks Konferensi Jakarta. “Kami ingin mengetahui secara detail sumber daya yang diberikan untuk pendidikan dan alasan peningkatannya,” ujarnya.
Read More : Kakak Cak Imin Datangi KPK, Dipanggil Terkait Kasus Dana Hibah Jatim
Elnino M Hussain Mohi, anggota Komisi X Fraksi Gerindra, bahkan meminta Nadiemi mundur. Menurutnya, Nadiem bertanggung jawab atas kebijakan yang meruntuhkan impian anak-anak Indonesia untuk memperoleh pendidikan tinggi yang layak dan terjangkau.
“Kalau saya jadi Nadi, saya akan berhenti dari pekerjaan saya. Kampus bukan sekedar idaman anak-anak orang kaya, melainkan harus menjadi tanggung jawab negara melalui Menteri Pendidikan. Benar-benar kebijakan yang buta konteks dan bermasalah,” kata El Niño, Sabtu (18/5/2024).